IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Neraca Perdagangan dan Inflasi Jadi Penopang

IHSG ditutup menguat ke level tertinggi sepanjang masa didukung data ekonomi domestik yang stabil.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 Januari 2026, 18:45 WIB
IHSG menguat signifikan mengikuti bursa Asia dan sentimen positif dari dalam negeri. IHSG ditutup naik 111,06 poin atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin sore dan mencatatkan level tertinggi sepanjang masa. Penguatan IHSG didorong sentimen positif dari stabilnya data perekonomian domestik serta pergerakan bursa saham regional Asia.

Pada Senin (5/1/2026), IHSG ditutup naik 111,06 poin atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 7,77 poin atau 0,91 persen ke level 859,77.

“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatatkan surplus sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (mtm) dan 2,92 persen secara tahunan (yoy).

 

Data Ekonomi Dalam Negeri

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara keseluruhan, laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 dinilai tetap terjaga dan masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5 hingga 3,5 persen. Kondisi tersebut memberikan ruang optimisme bagi pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dari mancanegara, pelaku pasar cenderung mengabaikan kekhawatiran geopolitik menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Fokus investor justru beralih ke data ekonomi China yang menunjukkan aktivitas bisnis masih berada di zona ekspansif.

Survei sektor swasta menunjukkan aktivitas bisnis China bertahan ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut. Pada Desember 2025, indeks tercatat di level 52,0, sedikit menurun dibandingkan November 2025 yang berada di 52,1. Data tersebut mencerminkan dukungan dari aktivitas sektor jasa yang lebih kuat serta peningkatan kembali produksi pabrik.

Presiden China Xi Jinping juga mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

 

Gerak IHSG Hari Ini

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejak dibuka menguat, IHSG konsisten bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan. Pada sesi pertama, indeks bertahan di teritori positif dan berlanjut hingga sesi kedua perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mencatatkan penguatan. Sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,21 persen, disusul sektor barang baku yang naik 2,08 persen dan sektor energi yang menguat 1,76 persen. Sementara itu, satu sektor melemah, yakni sektor teknologi yang turun 0,50 persen.

Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Adapun saham yang mengalami pelemahan terdalam yakni KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, dan NINE.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 4.010.984 transaksi dengan volume 70,26 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Di kawasan Asia, bursa regional juga bergerak positif. Indeks Nikkei melonjak 2,97 persen, Shanghai Composite naik 1,38 persen, dan Strait Times menguat 0,52 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya