Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Dorong Risiko Global, Begini Nasib IHSG

Kondisi eksternal dinilai masih berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan global, termasuk pasar saham Indonesia.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 05 Januari 2026, 12:52 WIB
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka menguat 30,60 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.778,73. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,08 poin atau 0,24 persen ke posisi 854,08.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai tren penguatan IHSG masih terjaga berdasarkan indikator teknikal yang digunakan pelaku pasar.

“Secara teknikal, IHSG terlihat mengalami uptrend, didukung Stochastics K_D dan RSI yang menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, MA20&60 juga mengalami penguatan,” ujar Nafan dalam keterangan resmi, yang diterima Liputan6.com, Senin (5/1/2026).

Meski demikian, kondisi eksternal dinilai masih berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan global, termasuk pasar saham domestik. Operasi militer Amerika Serikat secara besar-besaran di Venezuela dinilai telah meningkatkan ketidakpastian global, terutama pada pasar komoditas dan aset berisiko.

“Peristiwa ini berpotensi membuat market volatil, dan biasanya mendorong risk-off sentiment, yaitu pelarian ke aset aman seperti emas maupun obligasi misalnya,” jelasnya.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi terbaru. Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data neraca perdagangan periode November 2025 serta data inflasi Desember 2025, yang dinilai akan menjadi sentimen penting bagi arah pergerakan pasar selanjutnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya