Liputan6.com, Islamabad - Ketegangan antara Pakistan dan Taliban Afghanistan kembali meningkat setelah kedua pihak saling mengklaim melakukan serangan lintas perbatasan. Meski demikian, para analis menilai kedua negara masih berupaya menahan diri agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas.
Militer Pakistan pada Rabu (1/7/2026) mengumumkan telah menembak jatuh empat pesawat nirawak (drone) yang diklaim diluncurkan dari wilayah Afghanistan menuju Provinsi Balochistan.
Advertisement
Menurut Inter-Services Public Relations (ISPR), keempat drone tersebut terdeteksi sesaat setelah melintasi perbatasan dan berhasil dinetralisasi menggunakan sistem pertahanan udara, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (1/7).
Islamabad menuding peluncuran drone itu merupakan bagian dari dukungan Taliban Afghanistan terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di Pakistan.
Beberapa jam sebelumnya, Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan angkatan udaranya melancarkan serangan ke sejumlah target yang disebut sebagai markas kelompok ISIS di Distrik Pishin, Balochistan, serta sebagian wilayah Khyber Pakhtunkhwa.
Pemerintah Taliban mengklaim sasaran tersebut digunakan untuk merencanakan serangan terhadap Afghanistan dan menegaskan tidak ada korban sipil dalam operasi tersebut.
Hingga kini, klaim dari kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen.
Insiden terbaru itu terjadi hanya beberapa hari setelah kelompok bersenjata menyerang kompleks paramiliter Pakistan di Karachi pada 27 Juni yang menewaskan tiga personel keamanan.
Kelompok Jamaat-ul-Ahrar, faksi pecahan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pakistan menyatakan salah satu pelaku yang ditangkap merupakan warga negara Afghanistan.
Serangan Balasan Pakistan
Sebagai balasan, Pakistan melancarkan serangan ke Provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar pada 29 Juni. Islamabad mengklaim 25 militan tewas, sementara pemerintah Taliban menyebut serangan tersebut menewaskan 36 warga sipil.
Rangkaian aksi saling serang itu memperpanjang eskalasi yang telah berlangsung sejak Oktober 2025.
Meski demikian, sejumlah pejabat Pakistan yang dikutip Al Jazeera mengatakan pemerintah saat ini memilih strategi "eskalasi terkendali". Islamabad disebut tetap akan merespons keras serangan kelompok bersenjata, tetapi lebih berhati-hati dalam membalas aksi yang secara langsung melibatkan pemerintah Taliban Afghanistan.
Data Institut Studi Perdamaian Pakistan (PIPS) menunjukkan situasi keamanan di negara itu terus memburuk. Sepanjang 2025 tercatat 699 serangan yang dikategorikan sebagai aksi terorisme, meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sedikitnya 1.034 orang tewas.
Sementara itu, lembaga pemantau konflik Armed Conflict Location & Event Data (ACLED) mencatat sedikitnya belasan serangan drone ke wilayah Pakistan sejak Februari tahun ini.
Analis Geopolitical Insights yang berbasis di Islamabad, Fahad Nabeel, menilai bentrokan terbaru merupakan kelanjutan dari pola konflik yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.
Pakistan Belum Berhasil Kurangi Intensitas Serangan Taliban
Menurutnya, serangan udara Pakistan belum berhasil mengurangi intensitas serangan kelompok militan, sementara pemerintah Taliban dinilai gagal memastikan wilayah Afghanistan tidak digunakan sebagai basis peluncuran serangan ke Pakistan.
Senada, analis keamanan Ricardo Alvarez mengatakan aksi saling balas kini telah menjadi pola yang mengakar dalam hubungan kedua negara.
"Apa yang dimulai sebagai insiden sporadis pada 2022 kini berubah menjadi pola konflik yang terkonsolidasi sejak 2025. Namun, bukan berarti eskalasi yang lebih besar tidak mungkin terjadi. Serangan yang lebih menentukan dari kedua pihak masih sangat mungkin terjadi," ujarnya.
Meski risiko konflik terbuka masih membayangi, sejumlah pengamat menilai peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik belum sepenuhnya tertutup. Sebelumnya, mediasi Qatar, Turki, dan China sempat menghasilkan gencatan senjata sementara, meski akhirnya kembali runtuh akibat saling tuding terkait aktivitas kelompok militan di kawasan perbatasan.