Tebing Ngarai Sianok Agam di Sumbar, Alami Longsor Setinggi 120 Meter

Tebing Ngarai Sianok mengalami longsor setinggi 120 meter dengan lebar 15 meter sekalian lima kilometer di Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 04 Januari 2026, 05:05 WIB
Kondisi terkini Ngarai Sianok Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam yang mengalami longsor pascabencana hidrometeorologi Sumatera Barat (Sumbar). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Tebing Ngarai Sianok mengalami longsor setinggi 120 meter dengan lebar 15 meter sekalian lima kilometer di Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

"Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi di Kamis (1/1) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa," ujar Kepala Desa Guguak Tinggi Dasman, melansir Antara, Minggu (4/1/2026).

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Menurutnya, lokasi longsor berada di sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pedagang.

"Sudut ngarai ini dinamakan warga setempat Ngarai Kaluang. Namun, beberapa sawah warga terpantau ikut terkikis akibat longsoran. Pemerintah desa setempat juga telah melaporkan ke BPBD Agam," ucap Dasman.

"Longsor itu tidak sekali terjadi, sudah beberapa kali. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya di aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi untuk cepat menjauh dari aliran sungai saat longsor terjadi," sambung dia.

Dasman mengatakan, tidak ada warga yang dievakuasi karena pergerakan tanah di bibir ngarai masih tergolong jauh dan aman dari pemukiman.

"Tapi tetap ditegaskan kepada warga yang beraktivitas bertani atau berkebun untuk tidak mendekati bibir ngarai," kata dia.

Terkait kejadian longsor besar yang sempat terekam warga dan viral di media sosial, Dasman mengungkap saat itu beberapa pekerja tengah berupaya memperbaiki sumber mata air.

"Saat kejadian, lima warga kami sedang memperbaiki bak air yang dialirkan untuk rumah warga. Kami mengalami krisis air bersih saat ini," terang dia.

 

Ada Penambahan Debit Air

Warga berjalan melewati rumah-rumah yang rusak di sebuah desa yang terdampak banjir di Malalak, Sumatera Barat, Jumat 28 November 2025. Jelang akhir November 2025, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sebagian besar wilayah pulau Sumatera. (AP Photo/Ade Yuandha)

Warga sungai Ngarai Sianok Rahmat (35) mengungkapkan terjadi penambahan debit air dari hulu sejak bencana banjir bandang akhir November.

"Titik longsor hanya sebagian kecil di sini, tapi aliran air sungai makin membesar dan merusak fasilitas jalan. Satu mushala bagi pengunjung juga roboh," kata Rahmat.

Ia menambahkan, pascabencana membuat wisatawan enggan berkunjung ke Ngarai Sianok hingga aktivitas perekonomian ikut menurun.

"Saya berusaha rental pelampung, ada juga rental mobil offroad. Kini belum beraktivitas maksimal karena wisatawan takut berkunjung sejak bencana," tandas Rahmat.

Infografis Hilangnya 4 Kampung Usai Banjir dan Longsor Aceh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya