Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 778.922 hewan ternak yang terdiri atas sapi, unggas hingga babi terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, negara akan hadir menangani ternak yang terdampak bencana di Sumatera dengan melakukan pendataan menyeluruh sebagai langkah awal penanganan untuk pemulihan berkelanjutan bagi peternak setempat.
Advertisement
Dia menyampaikan Kementerian Pertanian mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak meliputi sapi, kambing, hingga ayam untuk memastikan kebutuhan bantuan sesuai kondisi lapangan, serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah bencana Sumatera terdampak luas.
"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu," ujar Sudaryono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (3/1/2026) melansir Antara.
Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan, sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.
"Ada pun berdasarkan data Kementan per 31 Desember 2025, yang dikonfirmasi, kementerian itu mencatat 778.922 hewan ternak yang terdampak itu meliputi ternak sapi dan kerbau sebanyak 38.393 ekor dengan sebaran terbesar berada di Aceh mencapai 36.337 ekor, disusul Sumatera Utara 1.641 ekor dan Sumatera Barat 415 ekor," papar Sudaryono.
Hewan Ternak Lainnya
Sudaryono menyebut,untuk ternak kambing dan domba, total terdampak mencapai 113.325 ekor, didominasi Aceh sebanyak 110.159 ekor, Sumatera Utara 3.017 ekor, serta Sumatera Barat 149 ekor.
"Kategori ternak unggas menjadi yang paling terdampak dengan total 622.154 ekor, terdiri atas 454.543 ekor di Aceh, 116.885 ekor di Sumatera Utara, dan 50.726 ekor di Sumatera Barat," kata dia.
Selain itu, lanjut Sudaryono, Kementan juga mencatat ternak babi terdampak sebanyak 5.050 ekor yang seluruhnya berada di wilayah Sumatera Utara, sementara Aceh dan Sumatera Barat tidak melaporkan kasus serupa.
"Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang terus diperbarui seiring proses penanganan kedaruratan dan verifikasi lapangan oleh petugas teknis di daerah terdampak," terang dia.
Menurut Sudaryono, Kementerian Pertanian menegaskan data ini menjadi dasar penyaluran bantuan, program pemulihan pascabencana, serta langkah strategis untuk memulihkan sektor peternakan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
"Meski begitu, Kementerian Pertanian belum merinci apakah ternak tersebut mati, hilang, atau selamat, karena pendataan masih berlangsung dan difokuskan mendukung penanganan darurat serta perencanaan pemulihan pascabencana," tutup Sudaryono.
Prabowo Izinkan Semua Pihak Beri Bantuan ke Korban Bencana Sumatera, Ada Syaratnya
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membolehkan semua pihak memberikan bantuan untuk meringankan beban korban bencana Sumatera. Namun dia menggarisbawahi bantuan tersebut harus diberikan tanpa pamrih.
"Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur, dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain, mekanismenya (soal bantuan). Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia kita masa menolak bantuan? Asal bantuannya itu jelas," kata Prabowo.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat rapat terbuka usai meninjau hunian untuk korban bencana di Aceh Tamiang yang dibangun oleh Danantara, seperti dikutip dari siaran daring YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 1 Januari 2026.
Prabowo menyinggung sebuah pengalaman yang awalnya bertujuan membantu, namun setelahnya ada yang ditagih.
"Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas, dan harus ikhlas, karena kita mengalami pernah dibantu, (tapi) akhirnya ujungnya ada juga yang menagih," singgung dia.
"Jadi tadi saya sampaikan kalau ada pihak yang mau beri sumbangan, silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini, dan nanti kita dilaporkan ke pemerintah pusat, nanti kita yang akan salurkan," imbuh dia.
Prabowo pun memberi izin kepada masing-masing gubernur di tiga provinsi terdampak, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat untuk membuat rekening yang dikhususkan untuk menerima donasi bantuan. Tujuannya, bagi siapa pun yang ingin membantu, mereka bisa langsung mengirimkan dananya.
"Apakah nanti gubernur provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara mungkin membuka rekening, mungkin dana bantuan pascabencana dibuka yang mengirim langsung, silakan! Dari dalam negeri mau memberi sumbangan, silakan," jelas dia.
Prabowo berharap, dengan metode tersebut maka rakyat Indonesia terdampak bencana bisa segera dibantu dan beban penderitaannya bisa semakin berkurang.
"Kita harus berpikir positif, yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun, itu tujuan kita," pungkas Prabowo.