12 Film Indonesia yang Paling Dinantikan Tayang di 2026, Wajib Masuk Watchlist

Tahun 2026 diprediksi menjadi tonggak penting bagi Film Indonesia, dengan deretan karya non-horor berkualitas tinggi yang mengeksplorasi tema sosial, sejarah, dan fiksi futuristik, siap menembus pasar global.

oleh Fitriyani Puspa SamodraDiterbitkan 01 Januari 2026, 15:00 WIB
Empat Musim Pertiwi/Film Indonesia yang Paling Dinantikan Tayang di 2026 (Sumber: Instagram/kamilandini)

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2026 diprediksi menjadi tonggak penting bagi perfilman Indonesia. Deretan film yang akan tayang menunjukkan keberanian sineas Tanah Air dalam mengeksplorasi tema sosial, sejarah, kemanusiaan, hingga fiksi futuristik dengan pendekatan yang semakin matang.

Menariknya, dominasi genre tidak lagi bertumpu pada horor semata. Film-film non horor hadir dengan kualitas artistik tinggi, isu relevan, dan potensi menembus pasar festival internasional maupun penonton arus utama.

Dengan keterlibatan sutradara papan atas dan aktor lintas generasi, film Indonesia tayang 2026 menjadi bukti bahwa industri nasional sedang bergerak menuju fase yang lebih beragam, berani, dan berkelas. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (1/1/2025).


1. Para Perasuk

Rekata Studio merilis first look alias tampilan perdana Para Perasuk karya sineas Wregas Bhanuteja. Film ini dibintangi Maudy Ayunda hingga Anggun C. Sasmi. (Foto: Dok. Rekata Studio)

Para Perasuk menjadi salah satu film Indonesia 2026 yang paling mencuri perhatian sejak diumumkan lolos ke Sundance Film Festival 2026. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini kembali menegaskan ciri khasnya dalam mengolah realitas sosial Indonesia melalui sudut pandang yang berani, satir, dan penuh ironi. Cerita tentang sebuah desa yang menjadikan kesurupan sebagai komoditas wisata dan ekonomi membuka ruang diskusi tentang bagaimana tradisi, kepercayaan, dan budaya dapat dieksploitasi demi ambisi dan status sosial.

Alih-alih menampilkan kesurupan sebagai fenomena mistis semata, Para Perasuk justru menggunakannya sebagai metafora tentang kerakusan, pencitraan, dan relasi kuasa di masyarakat. Wregas memadukan humor gelap, absurditas, dan kritik sosial dengan cara yang kontekstual dan relevan dengan kondisi Indonesia hari ini. Kehadiran Angga Yunanda, Maudy Ayunda, dan Chicco Kurniawan semakin memperkuat ekspektasi bahwa film ini tidak hanya kuat secara ide, tetapi juga matang dalam akting dan eksekusi visual.

2. Empat Musim Pertiwi

Melalui Empat Musim Pertiwi, Kamila Andini kembali ke akar sinemanya yang intim, puitis, dan sarat emosi. Film ini mengisahkan perjalanan seorang perempuan penyintas kekerasan seksual yang baru saja bebas dari penjara dan kembali ke desanya untuk memulai hidup baru. Namun, pulang ke rumah tidak serta-merta menjadi jawaban atas luka batin yang ia bawa.

Film ini menyoroti trauma, stigma sosial, serta proses pemulihan diri dengan pendekatan yang lembut namun menggugah. Relasi keluarga, masyarakat desa, dan alam sekitar menjadi ruang konflik sekaligus penyembuhan. Dengan Putri Marino dan Christine Hakim sebagai pemeran utama, Empat Musim Pertiwi diprediksi menghadirkan akting yang subtil, emosional, dan berlapis, menjadikannya salah satu drama Indonesia paling kuat di tahun 2026.

Lanjut Baca:

3. Perkasa Seperti Air Perkasa Seperti Air menandai langkah baru Joko Anwar di luar zona horor yang selama ini melekat pada namanya. Film ini mengusung genre drama coming of age dengan sudut pandang anak berusia sepuluh tahun, menghadirkan kisah tentang tumbuh dewasa di tengah keterbatasan dan tantangan hidup. Pendekatan naratif yang sederhana namun penuh makna memungkinkan penonton menyelami dunia anak dengan empati dan kejujuran emosional. Tanpa sensasi berlebihan, film ini diyakini akan mengandalkan kekuatan cerita, keheningan, dan detail-detail kecil yang menyentuh. Perkasa Seperti Air berpotensi menjadi film reflektif yang meninggalkan kesan mendalam tentang ketahanan, harapan, dan arti kekuatan sejati.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya