Ancol Tarik Fasilitas Kredit Rp 100 Miliar dari Bank Danamon

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) cairkan kredit Rp100 miliar dari Bank Danamon. Simak rencana pengembangan bisnisnya di sini!

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Januari 2026, 18:00 WIB
Dufan Ancol menghadirkan ragam kegiatan yang bisa dinikmati pengunjung. Ancol mencairkan fasilitas kredit dari Bank Danamon. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencairkan fasilitas kredit angsuran berjangka dari PT Bank Danamon Tbk senilai Rp100 miliar. Pencairan fasilitas kredit tersebut terjadi pada 31 Desember 2025.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/1/2026), Manajemen PJAA menjelaskan, transaksi tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan fasilitas pembiayaan yang diperoleh perseroan dari Bank Danamon.

Fasilitas kredit angsuran berjangka itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendanaan perseroan seiring dengan aktivitas operasional dan pengembangan usaha sebagai pengembang kawasan properti komersial.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, perseroan menyatakan bahwa pencairan fasilitas kredit tersebut tidak disertai penjelasan tambahan terkait dampak spesifik terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Sebelumnya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat penurunan pendapatan dan laba hingga September 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (22/10/2025), PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk meraup pendapatan usaha Rp 798,52 miliar hingga September 2025. Pendapatan usaha turun 9,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 881,44 miliar.

 

Laba Bruto Ancol

Pengunjung berwisata di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Senin (1/1/2024). Ancol menjadi tempat wisata bagi masyarakat saat libur Tahun Baru 2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Beban pokok pendapatan Perseroan tercatat Rp 22,33 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,65 miliar. Beban langsung naik menjadi Rp 417,69 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 413,45 miliar.

Seiring hal itu, laba bruto Perseroan susut 18,2% menjadi Rp 358,49 miliar hingga 30 September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 438,34 miliar.

Perseroan mencatat kenaikan pendapatan lainnya mencapai Rp 28,38 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,90 miliar.

 

Laba Bersih Ancol

Laba usaha Perseroan turun 31,88% menjadi Rp 164,28 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 238,39 miliar.

Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 41,56% menjadi Rp 56,62 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 100,59 miliar. Seiring hal itu laba per saham dasar turun menjadi Rp 37 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 63.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya