Kapolda Metro Jaya Akui Pihaknya Terima Laporan Polisi Terbanyak Sepanjang 2025

Polda Metro Jaya menjadi salah satu kepolisian daerah dengan beban perkara tertinggi di Indonesia, didominasi kejahatan narkotika, pencurian, dan kejahatan siber.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 31 Desember 2025, 12:45 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri saat rilis akhir tahun 2025 di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Rabu (31/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengakui pihaknya mencatat 74.013 laporan polisi sepanjang tahun 2025, yang menjadikannya sebagai Polda dengan jumlah laporan terbanyak di Indonesia.

"Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya termasuk salah satu Polda dengan jumlah laporan polisi tertinggi di Indonesia dan berkontribusi sekitar kurang lebih 16 persen dari total laporan polisi nasional," kata dia saat rilis akhir tahun 2025 di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).

Rata-rata laporan polisi di Polda Metro Jaya setiap tahun menembus angka 50 ribu. Bandingkan dengan rata-rata nasional yang berada di kisaran 329.120 laporan per tahun. Jakarta jadi penyumbang terbesar perkara.

Sebanyak 2.425 perkara dari puluhan ribu laporan, didominasi oleh tindak pidana narkoba, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian dengan pemberatan.

Di sektor narkotika, Polda Metro Jaya mengungkap 7.458 perkara sepanjang 2025. Total 9.894 orang tersangka dicokok. Salah satu pengungkapan besar terjadi di Jakarta Pusat, dengan barang bukti 103,1 kilogram sabu jaringan Asia Tenggara.

“Berdasarkan hasil perhitungan jumlah jiwa yang terselamatkan, upaya yang kami lakukan sudah berhasil menyelamatkan 10.164.673 jiwa," Ungkap Asep.

Selain itu, selama 2025, Polda Metro Jaya menangani 2.625 laporan kejahatan siber. Modusnya didominasi penipuan dan akses ilegal, termasuk judi online yang dampaknya merembet ke rumah tangga.

 

Tawuran Juga Mendominasi

Asep juga mencatat 440 kejadian tawuran dan keributan kelompok. Seluruhnya tertangani tidak hanya penindakan tetapi juga pencegahan melalui patroli, pembinaan, kolaborasi dengan sekolah, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.

"Antisipasi ini kami lakukan bersama Pak Pangdam, terutama di titik-titik di mana sering terjadinya tawuran tersebut agar kita bisa mitigasi, kita kelola, kita diskusi, dan kita hilangkan," terang dia.

Sementara itu, sepanjang 2025, tercatat 13.184 kecelakaan lalu lintas di wilayah Polda Metro Jaya. Korban tewas mencapai 740 orang, sementara lebih dari 16 ribu lainnya luka-luka.

"Jumlah yang cukup tinggi," ucap dia

Untuk menekan risiko, Asep mengatakan, kepolisian mengandalkan rekayasa lalu lintas dan penegakan hukum berbasis teknologi.

"Jumlah penindakan dan teguran sebanyak 893.023 kali. Di saat yang sama, kami terus memperkuat layanan di titik-titik rawan pada jam-jam rawan kemacetan lalu lintas," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya