Anak-anak berjalan di belakang patung pasir karya seniman Yazed Abo Jarad yang menggambarkan angka 2026 atau tahun mendatang di Deir El-Balah, Jalur Gaza tengah pada 30 Desember 2025. Para pengungsi Palestina yang berada di Deir El-Balah, Jalur Gaza Tengah, bersiap menyambut pergantian tahun. (Bashar Taleb/AFP)
Memasuki detik-detik pergantian tahun, krisis kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat memprihatinkan. Tampak dalam foto, warga menyaksikan seniman Yazed Abo Jarad membuat patung pasir untuk tahun mendatang di Deir El-Balah, Jalur Gaza tengah pada 30 Desember 2025. (Bashar Taleb/AFP)
Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras, angin kencang, dan suhu dingin memperburuk kondisi pengungsi Palestina di Gaza hingga menimbulkan angka kematian baru. Tampak dalam foto, anak-anak menyaksikan seniman Yazed Abo Jarad membuat patung pasir untuk tahun mendatang di Deir El-Balah, Jalur Gaza tengah pada 30 Desember 2025. (Bashar Taleb/AFP)
Sebagai informasi, sejak serangan Israel menghantam hampir seluruh wilayah di Gaza pada Oktober 2023 lalu, sedikitnya 71.266 orang dilaporkan tewas yang mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Tampak dalam foto, seniman Yazed Abo Jarad (kiri) membuat patung pasir untuk tahun mendatang di Deir El-Balah, Jalur Gaza tengah pada 30 Desember 2025. (Bashar Taleb/AFP)
Dan, lebih dari 171.222 orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya menderita cedera permanen yang mengubah hidup. Tampak dalam foto, anak-anak menghangatkan diri di dekat api unggun di samping patung pasir karya seniman Yazed Abo Jarad yang menggambarkan tahun mendatang di Deir El-Balah, Jalur Gaza tengah pada 30 Desember 2025. (Bashar Taleb/AFP)
Sementara itu, sekitar 1,9 juta orang atau setidaknya 90% dari total populasi Gaza telah mengungsi setidaknya satu kali sejak perang meletus pada Oktober 2023 lalu. Tampak dalam foto, anak-anak berdiri di samping patung pasir karya seniman Yazed Abo Jarad (kanan) yang menggambarkan tahun mendatang di Deir El-Balah, Jalur Gaza tengah pada 30 Desember 2025. (Bashar Taleb/AFP)