Menko PMK Pratikno: Sebagian Daerah Terdampak Bencana Sudah Beralih ke Transisi Rehabilitasi-Rekonstruksi

Pratikno memastikan pemerintahan Presiden Prabowo bekerja tanpa henti agar pemulihan daerah terdampak bencana bisa segera pulih.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 29 Desember 2025, 17:03 WIB
Penting dicatat, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah setelah dihantam banjir bandang dan longsor pada Rabu (26/11/2025) lalu. Warga sangat membutuhkan pasokan bantuan kebutuhan dasar air bersih, listrik, hingga jaringan komunikasi. Tampak dalam foto, para penyintas berjalan melewati reruntuhan mobil di area terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Sumatera, Kamis 4 Desember 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memastikan pemerintah terus mempercepat pemulihan serta menyiapkan langkah-langkah strategis pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dia mengatakan, sebagian besar kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatra telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Saat ini lebih dari separuh kabupaten/kota yang terdampak telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Pratikno dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (29/12/2025).

Data Fase Transisi di Tiga Provinsi

Daerah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota/kabupaten lain yang juga mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Banyak rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat intensitas hujan ekstrem. Tampak dalam foto, warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Di Aceh, tujuh kabupaten/kota telah memasuki fase transisi, sementara sebelas kabupaten/kota masih memperpanjang masa tanggap darurat. Sementara di Sumatra Utara, delapan kabupaten/kota telah memasuki fase transisi dan delapan lainnya masih berada dalam status tanggap darurat.

Sedangkan di Sumatra Barat, sepuluh kabupaten/kota telah memasuki fase transisi dan tiga kabupaten/kota masih berada dalam fase tanggap darurat.

"Daerah yang melakukan perpanjangan status tanggap darurat tersebut, ini dimaksudkan bertujuan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi," jelas Pratikno.

Terkait pemulihan infrastruktur dasar, pemerintah terus menambah dan memperluas pengoperasian genset, mobil penjernih air, truk tangki, sumur siap pakai, toilet darurat, serta jaringan komunikasi yang telah kembali normal di 14 kabupaten/kota.

"Untuk daerah yang belum pulih, ditambahkan Starlink, kami saat ini menambah 280 unit, dan bersamaan dengan itu percepatan pemulihan jaringan komunikasi terus dilakukan," tutur dia.

Di bidang kesehatan, pemerintah terus mengirimkan tenaga relawan kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga calon dokter _internship_, khususnya ke daerah-daerah terisolasi, dengan fokus layanan kesehatan dasar, bedah minor, dan pemulihan trauma.

"Yang Alhamdulillah perlu kita syukuri, saat ini seluruh RSUD telah beroperasi, masih ada sebagian yang belum operasi, beroperasi penuh. Sedangkan Puskesmas dari 867 Puskesmas yang terdampak, saat ini tinggal 8 yang masih dalam tahap recovery dan terus dilakukan percepatan pemulihan," katanya.

Seribu Unit Huntara Sudah Dibangun

Terkait hunian sementara dan hunian tetap, Pratikno menyampaikan bahwa hingga 28 Desember 2025, pembangunan huntara di tiga provinsi telah dimulai dan sebagian telah selesai dengan total 1.050 unit. Sebanyak 450 unit dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama daerah, sedangkan 600 unit lainnya dibangun oleh Danantara beserta jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun pemulihan aktivitas ekonomi terus dilakukan melalui percepatan operasional pasar tradisional. Di Aceh, dari 112 pasar terdampak, 18 pasar telah beroperasi penuh. Di Sumatra Utara, 46 dari 47 pasar terdampak telah kembali beroperasi. Sementara di Sumatra Barat, dua dari tiga pasar terdampak telah mulai beroperasi.

"Pemerintah akan terus mempercepat kembali aktifnya pasar-pasar tradisional ini melalui penataan infrastruktur, pembersihan, dan juga dukungan keterlibatan dari KL-KL (kementerian/lembaga) yang terkait," pungkas Pratikno.

Pratikno menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan pascabencana. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, relawan, aparat, aparatur sipil negara (ASN), hingga para pekerja lapangan yang membantu penanganan dam pemulihan pascabencana.

"Ini adalah kunci utama kegotongroyongan ini untuk memulihkan Sumatra," ucap Pratikno.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya