CGS International Sekuritas Beli 680,34 Juta Saham DEWA

CGS International Sekuritas Indonesia kini memiliki 5,53% saham PT Darma Henwa Indonesia Tbk (DEWA).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Desember 2025, 13:36 WIB
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengumumkan laporan kepemilikan saham terbaru. Hal ini seiring aksi beli saham DEWA oleh CGS International Sekuritas Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (29/12/2025), CGS International Sekuritas Indonesia membeli 680.340.377 saham DEWA dengan harga Rp 264 per saham pada 11 Desember 2025. Total nilai pembelian saham sekitar Rp 179,60 miliar.

“Tujuan transaksi repurchase agreement dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi CGS International Sekuritas Indonesia genggam 2.249.540.377 saham DEWA atau setara 5,53%. Sebelumnya CGS International Sekuritas Indonesia memiliki 1.569.200.000 saham DEWA atau setara 3,86%.

Mengutip data RTI, harga saham DEWA pada sesi pertama Senin, 29 Desember 2025 ditutup naik 20,54% ke posisi Rp 675 per saham. Saham DEWA dibuka menguat 15 poin ke posisi Rp 575 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 685 dan level terendah Rp 570 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 150.730 k ali dengan volume perdagangan 27.304.856 saham. Nilai transaksi Rp 1,7 triliun. Kapitalisasi pasar saham Rp 27,46 triliun.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah 0,87% ke posisi 8.612,47. Indeks saham LQ45 menguat 0,56% k e posisi 850,16. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.615,73 dan level terendah 8.545,72. Sebanyak 444 saham menghijau dan 229 saham melemah. 134 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.727.777 kali dengan volume perdagangan 23,7 miliar saham. Nilai transaksi Rp 13,4 triliun.

Buyback Saham

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 1,6 triliun.

Perseroan akan buyback saham secara bertahap dan sekaligus dalam jangka waktu tiga bulan. Perseroan akan buyback saham mulai 19 November 2025 hingga 19 Februari 2025. Manajemen PT Darma Henwa Tbk yakin pelaksanaan buyback tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap pendapatan dan kinerja keuangan perseroan.

“Buyback akan dilaksanakan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan sesuai dengan ketentuan dalam POJK 29/2023,” demikian seperti dikutip.

Perseroan akan buyback saham sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 29/2023 dan Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan buyback.

Selain itu, perseroan optimistis buyback tidak akan berdampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan pertumbuhan perseroan pada masa mendatang. Hal tersebut didukung posisi keuangan perseroan yang solid, likuiditas yang kuat yang dapat mendukung kinerja operasional dan pengembangan usahanya.

 

Bakal Tingkatkan Kepercayaan Investor

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Jika perseroan menggunakan seluruh dana yang dialokasikan untuk buyback saham, jumlah aset dan ekuitas perseroan akan berkurang sebesar nilai buyback tersebut,” demikian dikutip.

Akan tetapi, likuiditas keuangan yang kuat dapat mendukung kinerja operasional perseroan.

Selain itu, buyback saham perseroan diharapkan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor. “Ini karena harga saham perseroan mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya,”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya