IHSG Sepekan Terpangkas 0,83%, Kapitalisasi Pasar Susut jadi Rp 15.603 Triliun

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di tengah aksi beli saham oleh investor asing pada 22-24 Desember 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Desember 2025, 12:58 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot selama tiga hari perdagangan saham pekan ini. IHSG sepekan turun 0,83% pada 22-24 Desember 2025. IHSG ditutup ke posisi 8.537,91 dari posisi 8.609,55 pada pekan lalu.Kapitalisasi pasar juga terpangkas 1,17% menjadi Rp 15.603 triliun dari pekan lalu Rp 15.788 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menuturkan, IHSG masih lesu seiring santa claus rally effect belum terlihat. Hal itu termasuk di bursa saham global. “IHSG masih negatif karena santa claus rally effect belum terlihat,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, dari domestik, menurut Nafan, saham konglomerasi dan konvensional masih menguat terutama dari saham bank berkapitalisasi besar.  "Dari katalis domestik relatif minim. Data ekonomi tidak ada yang dirilis,” ujar dia.

Pada pekan depan, Nafan menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 8.506 dan 8.448 dan level resistance 8.600 dan 8.666.

Di sisi lain, pada pekan ini, rata-rata frekuensi transaksi turun 2,23% menjadi 2,74 juta kali transaksi dari 2,80 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Selanjutnya, rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini merosot 18,44% menjadi 38,34 miliar saham dari 47 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian BEI terpangkas 30,91% menjadi Rp 23,70 triliun dari Rp 34,30 triliun pada pekan lalu. Investor asing melakukan aksi beli saham Rp 4,03 triliun selama sepekan. Aksi beli saham oleh investor ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,27 triliun.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan 15-19 Desember 2025. Pergerakan IHSG sepekan ini dinilai dipengaruhi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the fed) dan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (20/12/2025), IHSG merosot 0,59% ke posisi 8.609,55. Pada pekan lalu, IHSG naik terbatas 0,32% ke posisi 8.660,49. Kapitalisasi pasar juga merosot 0,59% menjadi Rp 15.788 triliun dari pekan sebelumnya Rp 15.882 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, pergerakan IHSG dipengaruhi prospek penurunan suku bunga the Fed pada 2026. "Prospek penurunan suku bunga tahun depan hanya satu kali. Namun, ada peluang the Fed menurunkan suku bunga bisa dua kali,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Transaksi Harian Saham

Selain itu, Nafan menambahkan, Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga 4,75% seiring langkah BI yang pro stabilitas juga mempengaruhi IHSG. “BI cenderung pro stability ketimbang growth dengan menahan BI Rate membuat market kita relatif mengalami koreksi,” kata dia.

BEI juga mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 12,59% menjadi 2,80 juta kali transaksi dari 3,20 juta kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa anjlok 20,80% menjadi 47 miliar saham dari 59,35 miliar saham pada pekan lalu. Investor asing membeli saham Rp 3,27 triliun selama sepekan. Aksi beli saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu sebesar Rp 1,42 triliun. Seiring hal itu, sepanjang 2025, investor asing lepas saham Rp 22,39 triliun.

Adapun peningkatan tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 13,23% menjadi Rp 34,29 triliun dari pekan lalu Rp 30,29 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya