Puting Beliung Hantam Permukiman di Lampung, Atap Rumah Warga Beterbangan

Angin datang sangat cepat dan kuat. Salah satunya, dialami Marhakim yang mengaku tengah menyapu di dalam rumah ketika tiba-tiba pusaran angin menerjang dan langsung menerbangkan seluruh atap rumahnya.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 25 Desember 2025, 20:02 WIB
Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Terjangan angin kencang yang datang tiba-tiba membuat atap rumah warga beterbangan dan memicu kepanikan.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan peristiwa terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, warga tengah beraktivitas seperti biasa sebelum cuaca berubah ekstrem.

“Angin puting beliung menerjang atap rumah warga di Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka,” kata Rahmad kepada Liputan6.com, Kamis (25/12/2025).

Sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Rumah milik Marhakim (55) mengalami kerusakan paling parah setelah sekitar 100 lembar atap seng terlepas dan terbang terbawa angin. Sementara rumah Maulana (45) kehilangan dua lembar atap seng, dan rumah Aslani (45) mengalami kerusakan pada 10 genteng tanah yang pecah.

Menurut keterangan korban, angin datang sangat cepat dan kuat. Salah satunya, Marhakim mengaku tengah menyapu di dalam rumah ketika tiba-tiba pusaran angin menerjang dan langsung menerbangkan seluruh atap rumahnya.

“Dari keterangan yang kami terima di lapangan, anginnya datang mendadak, kuat sekali. Tiba-tiba atap seng terbang semua. Tidak lama angin langsung hilang dan membuat warga panik,” tutur Rahmad.

Polisi Bantu Warga Terdampak

Polsek Semaka yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pendataan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp6 juta.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah warga sempat panik dan memilih keluar rumah demi menyelamatkan diri,” ungkap Rahmad.

Rahmad menambahkan, angin puting beliung umumnya terjadi akibat pertemuan udara panas dan dingin yang memicu perbedaan tekanan ekstrem.

“Fenomena alam seperti ini perlu menjadi perhatian bersama karena bisa terjadi secara tiba-tiba dan berdampak pada permukiman warga,” katanya.

Pasca-kejadian, Polsek Semaka bersama jajaran Polres Tanggamus berkoordinasi dengan pemerintah pekon dan instansi terkait untuk membantu warga terdampak. Polisi juga melakukan sosialisasi kebencanaan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan perangkat pekon untuk membantu perbaikan rumah warga serta memberikan pendampingan pascaperistiwa,” tutupnya.

Infografis Bencana-Bencana Akibat Perubahan Iklim. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya