Dubes Santo Darmosumarto: WNI di Perbatasan Kamboja Diminta Pindah ke Tempat Lebih Aman

Selain diminta pindah ke lokasi yang lebih aman, apa pesan lain dari Dubes Santo Darmosumarto untuk WNI di Kamboja?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 25 Desember 2025, 15:23 WIB
Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, pada Senin (8/12/2025) mengatakan empat warga sipil tewas dan sembilan orang lainnya terluka dalam konflik perbatasan Kamboja-Thailand. Tampak dalam foto, warga berkumpul di luar sebuah kuil setelah dievakuasi menyusul bentrokan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand, di provinsi Siem Reap pada Selasa 9 Desember 2025. (TANG CHHIN SOTHY/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan perbatasan KambojaThailand untuk sementara waktu berpindah ke lokasi yang lebih aman menyusul masih berlanjutnya ketegangan dan konflik di wilayah tersebut.

Imbauan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram resmi KBRI Phnom Penh, @amb.id.phnompenh, pada Kamis (25/12/2025).

Dalam pernyataannya, Santo mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk meredakan konflik di perbatasan Kamboja dan Thailand. Namun hingga kini belum terlihat indikasi positif menuju gencatan senjata, sementara wilayah konflik justru dilaporkan semakin meluas.

“Oleh karena itu, secara umum saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia di Kamboja untuk tetap waspada, tetap tenang, tidak panik, dan memastikan mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya,” ujar Santo.

Ia juga mengingatkan seluruh WNI di Kamboja untuk segera melakukan lapor diri ke KBRI Phnom Penh agar keberadaan dan kondisi mereka dapat terpantau dengan baik oleh perwakilan Indonesia.

Khusus bagi WNI yang berada di kawasan perbatasan, seperti di Kota Poipet dan Ospak, KBRI telah mengeluarkan rekomendasi sejak 9 Desember 2025 agar mereka sementara waktu berpindah ke lokasi yang dinilai lebih aman.

“Kami mencatat sebagian WNI telah mengikuti saran KBRI tersebut, namun tidak sedikit pula yang memilih untuk tetap beraktivitas di kawasan perbatasan Kamboja,” kata Santo.

 

Pesan Lainnya

Gelombang pengungsian menjadi konsekuensi paling mengerikan dari eskalasi konflik Kamboja dan Thailand. Tampak dalam foto, para pengungsi berkumpul di kamp sementara di provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, pada Sabtu 13 Desember 2025, di tengah bentrokan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand. (TANG CHHIN SOTHY/AFP)

Bagi WNI yang memilih tetap tinggal atau beraktivitas di wilayah perbatasan, Dubes Santo mengimbau agar mereka meningkatkan komunikasi dengan otoritas setempat serta memperhatikan dan mematuhi seluruh arahan dari kepolisian dan pemerintah daerah terkait perkembangan situasi keamanan.

KBRI Phnom Penh, lanjutnya, akan terus mengintensifkan komunikasi dengan otoritas Kamboja serta menjalin koordinasi dengan WNI yang berada di kawasan perbatasan untuk memantau kondisi terkini.

“Dahulukan keamanan dan keselamatan. Ikuti arahan otoritas setempat,” tegasnya.

Santo juga menyampaikan harapan agar konflik di perbatasan Kamboja–Thailand dapat segera mereda sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti sebelumnya.

“Kita semua berharap konflik ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan kembali seperti semula,” ujarnya.

KBRI Phnom Penh mengimbau WNI untuk terus memantau informasi resmi yang disampaikan perwakilan RI serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi, seiring dinamika situasi keamanan yang masih berkembang di kawasan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya