24 Desember 1966: Uni Soviet Catat Sejarah, Luna 13 Jadi Wahana Kedua yang Mendarat di Bulan

Apa misi utama dari peluncuran Luna 13 ke Bulan?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 24 Desember 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi Roket Meluncur. (Dok: WikiImages/Pixabay)

Liputan6.com, Moskow - Sebuah stasiun penelitian antariksa di Rusia tanpa awak yaitu Luna 13 telah dirancang untuk melakukan penelitian di permukaan Bulan yang dijalankan pada malam hari dan langsung mengirimkan data informasi ke Bumi.

Pendaratan utuhnya tanpa kendala mencetak sejarah sebagai roket kedua yang berhasil melakukan pendekatan ke Bulan pada 24 Desember 1966 untuk melanjutkan studi fotografi permukaan Bulan dari Luna 9 yang sebelumnya telah dijalankan pada 3 Februari 1966.

Misi yang dilanjutkan oleh Luna 13 ini diluncurkan dengan menghabiskan waktu selama 80 jam menuju Bulan. Selama penerbangan, lintasannya diperhatikan melalui perintah radio dari pusat kendali.

Menurut Kantor Berita Soviet (TASS), roket pendorongnya diaktifkan dan Luna 13 mendarat di area Samudra Badai, dengan koordinat 18°52’ Lintang Utara dan 62°0,3’ Bujur Barat, dilansir dari The New York Times, Rabu (24/12/2025).

Sinyal Bulan Stabil

Kantor Berita Soviet juga melaporkan bahwa mereka dapat mendengar atau merekam komunikasi dari Bulan yang diterima dengan baik.

"Komunikasi radio yang stabil telah terjalin dengan Luna 13. Menurut data telemetri, seluruh instrumen ilmiah berfungsi normal," ucapnya.

Seorang koresponden TASS, Nikolai Zheleznov, mengatakan bahwa para ilmuwan telah menunggu sekitar empat menit setelah pendaratan sebelum menerima transmisi radio pertama dari Luna 13. Waktu yang dibutuhkan setelah mendarat ini juga menunjukkan kondisi roket stabil dan siap mengirim data melalui radio.

Misi fotografi ini akan digunakan untuk mendukung rencana penerbangan berawak ke Bulan. Bahkan, data dari misi Rusia, termasuk Luna 10, 11, dan 12, telah memberikan informasi penting terkait radiasi, medan magnet, dan partikel meteor, yang membantu persiapan misi berawak ke Bulan pada kesempatan selanjutnya.

 

Uji Kesiapan untuk Masa Depan

Ilustrasi bendera Rusia (pixabay)

Beberapa laporan yang belum dikonfirmasi di Moskow menyebutkan bahwa Rusia berencana memprioritaskan penerbangan berawak ke Bulan untuk mengalahkan Amerika Serikat dalam pendaratan berawak, meski beberapa ahli meragukan kesiapan teknis untuk misi tersebut.

Selain itu, pendaratan di Samudra Badai (Oceanus Procellarum), yaitu wilayah daratan luas yang dipilih ini karena lokasinya yang berada di sisi Bulan dan menghadap Bumi, sehingga lebih mudah dicapai dari orbit Bulan. Dengan begitu, misi yang dilakukan Luna 13 telah memperkuat kemampuan mereka yang mengumpulkan data ilmiah untuk misi berawak lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya