IHSG 23 Desember 2025 Dibuka Terbakar, Sektor Kesehatan dan Properti Turun Dalam

IHSG dibuka menghijau tetapi hanya beberapa menit saja. Tak lama kemudian tekanan jual mendorong IHSG ke zona merah.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Desember 2025, 09:25 WIB
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.667,73 dan level terendah 8.617,29. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua zona pada awal sesi perdagangan saham Selasa, (23/12/2025). IHSG sempat menguat tipis di awal perdagangan tetapi langsung mengalami tekanan besar.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke posisi 8.656,65. Namun tak lama kemudian IHSG mengalami tekanan. Pada pukul 09.17 WIB, IHSG turun 21 poin atau 0,22 persen ke 8.627,30.

Indeks saham LQ45 juga melemah 0,32% ke posisi 855,96. Sebagian besar indeks saham acuan terbakar. Hanya ada beberapa yang menghijau salah satunya indeks DBX.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.667,73 dan level terendah 8.617,29. Sebanyak 238 saham menguat tetapi tak bisa angkat IHSG. Sedangkan 302 saham melemah sehingga bebani IHSG. Selain itu, 150 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 591.713 kali dengan volume perdagangan 8,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.756.

Sektor saham bervariasi. Sektor kesehatan mengalami pelemahan tertinggi dengan turun 0,81 persen dan disusu sektor saham properti yang melemah 0,66 persen. Namun sektor industri mampu naik 0,60 persen dan sektor teknologi naik 0,25 persen.

IHSG Diprediksi Menguat

Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan penangguhan 90 hari atas tarif timbal balik terhadap mitra dagang. (BAY ISMOYO/AFP)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Selasa, (23/12/2025). Apa saja rekomendasi saham-nya?

Dalam riset PT Samuel Sekuritas, IHSG akan bergerak menguat hari ini di tengah sentimen positif dari pasar regional dan komoditas.

Sementara itu, dalam Kiwoom Research menyarankan investor untuk memperhatikan ke mana arah penembusan berikutnya sebelum menentukan posisi investasi atau trading. Sebelumnya, lokasi penutupan IHSG berada di tengah-tengah support moving average (MA) 20 harian dan level resistance MA10 harian, menjadikan posisi ini sebagai posisi tetap.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya prediksi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 pada label hitam. IHSG pun rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.560, sekaligus menutup area gap tipisnya.

“Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.553,8.493 dan level resistance 8.714,8.821 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Rekomendasi Saham

IHSG ambruk di tengah banyaknya sentiment negatif global, mulai dari memanasnya situasi di Timur Tengah, hingga inflasi Amerika Serikat (AS). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya