Lamine Yamal Jadi Atlet Paling Diserang Kebencian di Media Sosial November 2025

Lamine Yamal menjadi tokoh olahraga paling banyak menerima kebencian online pada November 2025. Data Oberaxe mengungkap sisi gelap ketenaran bintang muda Barcel

oleh Asad ArifinDiterbitkan 22 Desember 2025, 22:50 WIB
Selebrasi Lamine Yamal seusai membobol gawang Villarreal, Minggu (21/12/2025) (AP Photo/Alberto Saiz)

Liputan6.com, Jakarta - Sorotan terhadap Lamine Yamal tidak selalu datang dalam bentuk pujian. Pada November 2025, bintang muda Barcelona itu justru menghadapi situasi yang jauh dari kata ideal.

Sebuah laporan terbaru mengungkap fakta mengkhawatirkan. Yamal menjadi tokoh olahraga yang paling banyak menerima kebencian online sepanjang bulan tersebut.

Fenomena ini menegaskan sisi gelap popularitas di era digital. Prestasi dan ketenaran ternyata berjalan beriringan dengan risiko pelecehan di media sosial.

Bagi Yamal, tekanan itu datang di usia yang sangat muda. Namun, data menunjukkan skala masalah ini jauh lebih besar dari sekadar satu individu.


Data Oberaxe dan Skala Masalah yang Serius

Penyerang Barcelona, Raphinha merayakan golnya ke gawang Villarreal bersama Lamine Yamal, Minggu (21/12/2025) (AP Photo/Alberto Saiz)

Data tersebut berasal dari Observatorium Rasisme dan Xenofobia Spanyol (Oberaxe). Laporan itu menyebut Yamal menyumbang enam persen dari seluruh pesan kebencian terkait olahraga selama November.

Sepanjang bulan itu, Oberaxe mendeteksi 39.054 pesan rasis atau xenofobia di berbagai platform. Sebanyak 51 persen berhasil dihapus, menjadi tingkat penghapusan tertinggi sepanjang tahun.

Meski demikian, angka tersebut tetap memprihatinkan. Nama Yamal berada di pusat pusaran kebencian, menjadikannya target utama di dunia olahraga.

Secara kumulatif, total unggahan bermuatan rasis atau xenofobia kini mencapai 779.198. Angka itu menunjukkan betapa masif dan berulangnya persoalan ini.


Kontroversi Timnas dan Ledakan Kebencian Online

Timnas Spanyol lolos ke final Euro 2024 setelah melakukan comeback gemilang berkat kemenangan 2-1 atas Prancis pada laga semifinal di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Rabu (10/7/2024) dini hari WIB. Kemenangan Spanyol tak lepas dari penampilan apik Lamine Yamal, bocah 16 tahun yang mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-21 setelah sempat tertinggal lewat gol Randal Kolo Muani pada menit ke-8. Lamine Yamal pun berhasil mencetak sejarah sebagai pencetak gol termuda di ajang Euro. Berikut ini daftar 6 besar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Euro. (AP Photo/Hassan Ammar)

Lonjakan serangan terhadap Yamal berkaitan dengan peristiwa pada 11 November. Saat itu, ia dikeluarkan dari skuad timnas Spanyol.

Keputusan tersebut terkait tindakan medis yang disebut sebagai 'prosedur radiofrekuensi invasif untuk mengobati ketidaknyamanan di area kemaluan' tanpa sepengetahuan federasi sebelumnya.

Isu itu memicu perdebatan luas di ruang publik. Dalam hitungan hari, diskursus berubah menjadi gelombang serangan rasis di media sosial.

Yamal menerima pesan bernada merendahkan, termasuk perbandingan dengan hewan. Skala dan intensitasnya menjadikan kasus ini sorotan utama kebencian online olahraga pada November 2025, terlepas dari usia dan konteks medis sang pemain.

Sumber: BarcaUniversal


Klasemen Liga Spanyol 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya