Cek Kesiapan Energi Jelang Nataru, Wamen ESDM: Stok BBM Nasional Mencukupi

Selain memastikan pasokan BBM dan LPG, Yuliot juga menegaskan bahwa kondisi kelistrikan nasional menjelang Nataru berada dalam keadaan aman.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 20 Desember 2025, 14:59 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meninjau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Cikampek, Jawa Barat, serta Rest Area KM 57, Jumat (19/12). Foto: Kementerian ESDM

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meninjau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Cikampek, Jawa Barat, serta Rest Area KM 57 pada Jumat (19/12). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam peninjauan tersebut, Yuliot menyampaikan bahwa rata-rata stok BBM nasional saat ini berada di kisaran 24 hari. Angka ini lebih tinggi dibandingkan batas cadangan minimal yang ditetapkan pemerintah, yakni 18 hari. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan energi masyarakat selama periode libur panjang.

“Dalam rangka menyambut libur Natal dan tahun baru 2026, kita melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui bagaimana ketahanan energi kita, ketersediaan energi itu harus kita pastikan untuk menjaga tingkat konsumsi yang ada di masyarakat. Kita ingin memastikan ketersediaan BBM dan LPG untuk masyarakat,” ujar Yuliot di TBBM Cikampek.

Cadangan Energi Dipertahankan hingga Periode Hari Besar Berikutnya

Menurutnya, pengecekan langsung ke lapangan bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat agar dapat berlibur dan merayakan Natal dengan tenang. Secara umum, persediaan BBM dan LPG dinilai mencukupi dan berada di atas kebutuhan rata-rata harian.

“Secara nasional cadangan kita sekitar 24 hari, ya sementara secara cadangan minimal yang ditetapkan adalah 18 hari. Jadi kita ada kelebihan sekitar 6 hari. Untuk cadangan yang ini kita tetap pertahankan sampai dengan ada perubahan untuk perlaksanaan kegiatan satgas hari besar keagamaan lain, misalnya Imlek pada bulan Februari dan juga kita akan memasuki bulan Puasa dan Idul Fitri pada bulan Maret 2026,” ungkapnya.

Selain memastikan pasokan BBM dan LPG, Yuliot juga menegaskan bahwa kondisi kelistrikan nasional menjelang Nataru berada dalam keadaan aman. Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Listrik mencukupi untuk Nataru. Terkait dengan bencana kegeologian, kita melalui Badan Geologi terus memantau dan memonitor untuk mengantisipasi terjadinya bencana kegeologian yang mungkin terjadi akibat tingginya curah hujan saat ini memungkinkan mengakibatkan terjadinya bencana gerakan tanah longsor,” ujarnya.

Dari sisi operasional, PT Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan langkah antisipatif untuk mendukung kelancaran distribusi energi. Wakil Direktur PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan layanan motoris guna membantu masyarakat yang kehabisan BBM di jalan tol.

Layanan tersebut menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi khusus untuk membawa jeriken BBM atau tabung LPG, sehingga dapat menjangkau kendaraan yang terjebak kemacetan dan tidak dapat dilalui truk tangki.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya