Manchester United Murka dengan Wasit Premier League, PGMOL Jadi Sasaran Protes

Manchester United dilaporkan memprotes wasit Premier League ke PGMOL. Sejumlah keputusan kontroversial jadi sorotan musim in

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 19 Desember 2025, 05:10 WIB
Bruno Fernandes dari Manchester United bereaksi setelah gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan Premier League antara Fulham dan Manchester United di Craven Cottage, London, Minggu, 24 Agustus 2025. (Adam Davy/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan antara Manchester United dan perangkat pertandingan Premier League memanas. Kali ini, petinggi klub dilaporkan melayangkan protes serius kepada ketua badan wasit Inggris, PGMOL.

Laporan dari Daily Mail menyebutkan, manajemen Setan Merah merasa terlalu sering dirugikan oleh keputusan wasit dan VAR sepanjang musim ini. Kekecewaan itu mendorong klub untuk mengambil langkah resmi di luar lapangan.

Situasi tersebut turut menciptakan kegelisahan di ruang ganti Manchester United. Meski tidak terlibat langsung dalam proses pengaduan, Ruben Amorim tak menutupi rasa frustrasinya terhadap kepemimpinan wasit.

Pelatih asal Portugal itu bahkan sempat angkat bicara usai laga tertentu musim ini. Ia menilai inkonsistensi keputusan wasit sudah melewati batas kewajaran dan berdampak langsung pada hasil pertandingan.


Kontroversi Panas Saat Hadapi Brentford

Benjamin Sesko (kiri) berhasil mencetak gol yang perdana bersama Manchester United, saat bersua Brentford pada laga pekan keenam Premier League di Gtech Community Stadium, London, Sabtu (28/9/2025) malam WIB. Sayangnya, gol Sesko tak mampu menghindarkan MU dari kekalahan 1-3 melawan Brentford. (AFP/JUSTIN TALLIS)

Salah satu insiden yang paling sering disorot terjadi saat Manchester United tumbang 1-3 dari Brentford. Keputusan wasit dalam laga tersebut dianggap sebagai contoh nyata ketidakadilan yang dirasakan klub.

Pada momen krusial, bek Brentford Nathan Collins menjatuhkan Bryan Mbeumo yang sedang berada dalam peluang emas mencetak gol. Wasit Craig Pawson hanya memberikan penalti dan kartu kuning, tanpa mengusir Collins dari lapangan.

Keputusan tersebut diperkuat oleh VAR dengan alasan Mbeumo disebut belum sepenuhnya menguasai bola. Penjelasan itu menuai perdebatan luas di kalangan pengamat dan pendukung United.

Belakangan, kepala PGMOL Howard Webb mengakui adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan tersebut. Ia menyatakan Collins seharusnya mendapat kartu merah pada insiden itu.


Arsenal dan West Ham Tambah Panjang Daftar Keluhan MU

Skuad asuhan Ruben Amorim harus menerima kekalahan 0-1 dalam laga perdana mereka di Liga Inggris musim 2025/2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Kontroversi tak berhenti di laga melawan Brentford dan kembali muncul saat Manchester United menghadapi Arsenal. Dalam kekalahan 0-1 pada Agustus lalu, proses gol kemenangan Arsenal diawali pelanggaran terhadap Mason Mount yang tak dihukum wasit.

Keputusan itu memicu kemarahan kubu United karena dinilai mengubah jalannya pertandingan. Insiden tersebut semakin menguatkan anggapan adanya standar ganda dalam kepemimpinan wasit.

Masalah serupa juga terjadi saat United ditahan imbang West Ham. Aaron Wan-Bissaka lolos dari kartu kuning kedua usai melakukan tekel sliding terlambat terhadap Patrick Dorgu, meski sebelumnya sudah dikartu kuning.

Mantan wasit Premier League, Keith Hackett, secara terbuka mengkritik keputusan tersebut dengan mengatakan, ia "ingin agar wasit meninjau kembali dua tekel terhadap Wan-Bissaka, terutama yang terakhir. Dengan kartu kuning, Anda memberikan tekel yang ceroboh, seharusnya ia mendapat kartu kuning kedua diikuti dengan kartu merah".

(Daily Mail)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya