Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Sigit Mustofa Nurdin, melaporkan pelaksanaan pemberangkatan transmigran yang berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia telah mencangkup 1.394 kepala keluarga (KK).
Hal ini disampaikannya saat acara Pelepasan Transmigran Daerah Asal Tahun 2025 yang digelar di Provinsi Lampung, Selasa (16/12/2025).
Advertisement
“Pada tanggal 16 Desember ini kita secara resmi memberangkatkan transmigran dari Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat,” ujarnya, di Balai Keratun, Bandar Lampung, Lampung.
Sigit menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional penempatan transmigrasi tahun 2025 yang difokuskan pada penguatan pembangunan berbasis wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa secara nasional, penempatan transmigrasi tahun 2025 mencakup sebanyak 1.394 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.299 kepala keluarga merupakan transmigran lokal, sementara 95 kepala keluarga lainnya merupakan transmigran penduduk asal atau Transkarya Nusantara.
Menurut Sigit, komposisi tersebut mencerminkan arah kebijakan Kementerian Transmigrasi di bawah arahan Menteri dan Wakil Menteri Transmigrasi.
“Sesuai kebijakan Bapak Menteri dan Bapak Wakil Menteri, fokus pembangunan transmigrasi tahun 2025 dan ke depan adalah penempatan transmigran lokal, yang jumlahnya lebih dari 93 persen,” katanya.
Ia menambahkan bahwa transmigrasi tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan penduduk, tetapi sebagai instrumen pemerataan pembangunan dan penguatan persatuan nasional.
Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 29 tentang Transmigrasi yang menegaskan tujuan program untuk meningkatkan kesejahteraan, pemerataan pembangunan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
“Dan sesuai dengan Undang-Undang 29 Bahwa tujuan pemindahan transmigrasi adalah Meningkatkan kesejahteraan, pemerataan, pembangunan, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.
Momentum Lahirnya Pusat Pertumbuhan Baru
Oleh karena itu, pelepasan transmigran tahun ini diharapkan menjadi momentum awal bagi lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah tujuan.
“Kita harapkan para transmigran yang kita berangkatkan Akan menjadi pelopor pembangunan, patriot pembangunan,” ujarnya.
Sigit menjelaskan bahwa transmigran yang diberangkatkan pada Selasa, (16/12/2025) berasal dari Provinsi Lampung sebanyak 10 kepala keluarga dengan 33 jiwa, Banten 15 kepala keluarga dengan 27 jiwa, DKI Jakarta 5 kepala keluarga dengan 25 jiwa, serta Jawa Barat 15 kepala keluarga dengan 43 jiwa, sehingga total berjumlah 45 kepala keluarga atau 159 jiwa.
Selain itu, secara bersamaan juga dilakukan pelepasan transmigran asal Jawa Tengah sebanyak 19 kepala keluarga atau 173 jiwa dan Jawa Timur 16 kepala keluarga atau 55 jiwa.
Sementara itu, sebelumnya pada 14 Desember 2025, Wakil Menteri Transmigrasi telah melepas transmigran asal Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 15 kepala keluarga atau 50 jiwa. Dengan demikian, total transmigran penduduk asal atau Transkarya Nusantara yang dilepas mencapai 95 kepala keluarga atau 360 jiwa.
Daerah Tujuan Transmigrasi
Adapun daerah tujuan penempatan Transkarya Nusantara pada tahun ini meliputi empat lokasi, yakni Lagading di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, kawasan transmigrasi Torire di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Taramanu Tua di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, serta Waleh SP4 di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Sigit juga menegaskan bahwa penempatan transmigrasi tersebut merupakan implementasi dari lima program unggulan Kementerian Transmigrasi.
“Tahun ini kita mengusung ada lima program unggulan, Trans Tuntas, Translokal, Trans Patriot, Transkarya Nusantara, dan Trans Gotong Royong,” jelasnya