Investor Asing Lepas Saham Rp 934,6 Miliar, IHSG Bertahan di Zona Hijau

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau meski investor asing melepas saham pada perdagangan saham Selasa, (16/12/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 Desember 2025, 19:59 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (16/12/2025). Kenaikan IHSG hari ini di tengah transaksi harian saham sentuh Rp 29,6 triliun dan investor asing melepas saham.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,43% ke posisi 8.686,46. Indeks saham LQ45 menguat 0,17% ke posisi 854,33. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.700,86 dan level terendah 8.611,34. Sebanyak 355 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. Namun, 296 saham melemah sehingga bebani IHSG. 146 saham diam di tempat.

Investor asing melepas saham sebesar Rp 934,6 miliar pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Seiring hal itu, aksi jual investor asing menjadi Rp 26,35 triliun pada 2025, demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total frekuensi perdagangan saham 2.746.132 kali dengan volume perdagangan saham 49,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,6 triliun.

Transaksi harian saham besar itu seiring transaksi saham CBDK di pasar negosiasi mencapai Rp 5 triliun dan PANI sebesar Rp 1 triliun di pasar negosiasi. Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.674.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham consumer siklikal turun 0,06%, sektor saham kesehatan melemah 0,15% dan sektor saham keuangan merosot 0,10%.

Selain itu, sektor saham teknologi menguat 3,16%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 1,37%, sektor saham basic menanjak 0,05%, sektor saham industri bertambah 0,29%, sektor saham consumer nonsiklikal melejit 0,34%.

Selain itu, sektor saham properti mendaki 0,54%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,84% dan sektor saham transportasi menguat 0,59%.

Mengutip Antara, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menuturkan, pergerakan IHSG cenderung sideways dalam kisaran sempit.

Investor masih bersikap wait and see atau melakukan perdagangan jangka pendek seiring meningkatnya ketidakpastian akibat banyaknya data ekonomi global yang dirilis pekan ini, serta agenda pertemuan sejumlah bank sentral terkait kebijakan moneter.

Sentimen IHSG Lainnya

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia turut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/12). Menurutnya, investor tetap berhati-hati menjelang pengumuman hasil RDG BI.

"Diperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen di tengah pelemahan rupiah," kata Ratna dikutip dari Antara.

Seiring hal itu, Ratna menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan ditutup di atas level 8.750. Namun, apabila gagal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi dalam rentang 8.600-8.750.

Dari sisi eksternal, mayoritas indeks bursa Asia ditutup melemah pada Selasa, 16 Desember 2025, seiring tekanan jual pada saham sektor kecerdasan buatan (AI) di Wall Street.

Sementara, indeks-indeks di bursa Eropa cenderung dibuka melemah akibat koreksi saham sektor pertahanan, seiring berlanjutnya pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina.

"Indeks futures di bursa Wall Street bergerak melemah menantikan data nonfarm payrolls," ia menambahkan.

 

Gerak Saham

Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham IMPC naik 1,38% ke posisi Rp 3.670 per saham. Harga saham IMPC dibuka naik 50 poin ke posisi Rp 3.670 per saham. Saham IMPC berada di level tertinggi Rp 3.780 dan level terendah Rp 3.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.956 kali dengan volume perdagangan saham 1.109.420 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 353,8 miliar.

Harga saham PTBA meroket 0,88% ke posisi Rp 2.280 per saham. Saham PTBA dibuka stagnan di posisi Rp 2.260 per saham. Saham PTBA berada di level tertinggi Rp 2.280 dan level terendah Rp 2.260 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.021 kali dengan volume perdagangan 56.955 saham. Nilai transaksi Rp 12,9 miliar.

Harga saham ARCI merosot 4,19% ke posisi Rp 1.600 per saham. Saham ARCI dibuka melemah 50 poin ke posisi Rp 1.620 per saham. Harga saham ARCI berada di level tertinggi Rp 1.650 dan level terendah Rp 1.525 per saham. Total frekuensi perdaganagn 31.850 kali dengan volume perdagangan 1.736.074 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 275 miliar.

Top Gainers-Losers

Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan penangguhan 90 hari atas tarif timbal balik terhadap mitra dagang. (BAY ISMOYO/AFP)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham BBRM menguat 34,75%
  • Saham DPUM menguat 25,89%
  • Saham KDTN menguat 25%
  • Saham ALII menguat 24,71%
  • Saham SOCI menguat 24,69%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham BALI merosot 14,98%
  • Saham ERTX merosot 14,84%
  • Saham CTTH merosot 14,66%
  • Saham PPRE merosot 14,65%
  • Saham VINS merosot 14,62%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 2 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 996,6 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 886,7 miliar
  • Saham BRMS senilai Rp 767,7 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 684,4 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 159.764 kali
  • Saham BULL tercatat 96.733 kali
  • Saham BKSL tercatat 74.248 kali
  • Saham BBYB tercatat 71.607 kali
  • Saham BRMS tercatat 50.391 kali
  •  

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya