IPO Superbank (SUPA) Termasuk Terbesar Sepanjang 2025 di BEI

Berikut sejumlah perusahaan yang meraup dana IPO terbesar sepanjang 2025.Salah satunya PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 Desember 2025, 15:34 WIB
Superbank gandeng KakaoBank meluncurkan program “Wujudkan Mimpimu ke Korea”. (Foto: Superbank)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 24 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI hingga 5 Desember 2025. Dari 24 perusahaan itu, total dana yang dihimpun dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2025 mencapai Rp 15,21 triliun. Dari IPO, sejumlah perusahaan mencatat perolehan dana IPO terbesar, salah satunya PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank.

PT Super Bank Indonesia Tbk akan mencatatkan saham perdana di BEI pada Rabu, 17 Desember 2025. Hal ini setelah perseroan melepas 4,4 miliar saham ke publik dengan harga perdana Rp 635 per saham. Perseroan meraup dana sekitar Rp 2,79 triliun dari IPO.Perseroan merupakan emiten ke-26 yang tercatat di BEI pada 2026.

Selain Superbank, berikut sejumlah perusahaan tercatat atau emiten yang memperoleh dana IPO terbesar sepanjang 2025 yang dirangkum pada Selasa, (16/12/2025):

1.PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) telah menggelar IPO dengan melepas 1,61 miliar saham ke publik dengan nilai nominal Rp 150 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan tersebut 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dari IPO. Seiring harga IPO yang ditetapkan Rp 2.880 per saham, perseroan meraup dana IPO sekitar Rp 4,65 triliun. Perseroan mencatatkan saham perdana di BEI pada 23 September 2025.

Berikut rencana dana IPO perseroan:

Dana hasil IPO antara lain akan dipakai sebesar US 20 juta atau setara Rp 329,2 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah dengan memakai nilai kurs tengah Bank Indonesia per 10 September 2025 sebesar 16.482 per dolar AS) akan disalurkan oleh Perseroan dalam bentuk uang muka setoran modal secara bertahap kepada PT Pani Bersama Tambang.

Dana itu akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional. Kemudian sebesar USD 20 juta atau setara Rp 329,2 miliar akan disalurkan oleh Perseroan dalam bentuk pinjaman kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional.

Sisanya sebesar Rp 3,88 triliun akan dipakai untuk pembayaran lebih awal kepada MCG atas sebagian pokok terutang yang timbul berdasarkan Perjanjian Utang Piutang pada 8 April 2022. Kemudian diubah terakhir dengan amandemen kedua atas perjanjian utang piutang yang telah efektif pada 21 Agustus 2024.

2.PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan mencatatkan saham perdana di BEI pada 8 Juli 2025 di papan pengembangan. Perseroan menawarkan 12,48 miliar saham ke publik dengan harga IPO sebesar Rp 190 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana IPO sekitar Rp 2,37 triliun.

Rincian Dana IPO:

  • Sekitar Rp 871,76 miliar akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi di sektor logistik, melalui penyertaan modal kepada entitas anak usaha yang selanjutnya akan digunakan untuk pembelian kapal serta pembiayaan operasional.
  • Sekitar Rp 1,48 triliun akan digunakan untuk pengembangan sektor kepelabuhanan dan penyimpanan. Investasi ini mencakup pembangunan fasilitas tangki penyimpanan, jaringan pipa Ethylene serta sarana pendukung lainnya di kawasan industri strategis.

3.PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatatkan saham perdana di papan utama BEI pada 13 Januari 2025. Perseroan telah melepaskan 566.894.500 saham ke publik dengan nilai nominal Rp 20 per saham. Jumlah saham yang dilepas ke publik itu setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan mematok harga saham perdana sebesar Rp 4.060 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana IPO sekitar Rp 2,3 triliun.

Perseroan memakai dana IPO antara lain akan membangun Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang merupakan bagian dari Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibition (MICE) untuk melengkapi ekosistem dalam CBD PIK2. CBDK memiliki luas lahan ± 735 ha yang siap dipasarkan dan dikembangkan dengan total aset tercatat Rp 18,5 triliun. 

NICE dibangun di atas luas bidang tanah mencapai ±40 ha dan dirancang sebagai elemen strategis yang melengkapi ekosistem CBD PIK2 dengan bertambahnya area pusat konvensi dan pameran sekitar 120.000 m2. Proyek ini diharapkan dapat mulai beroperasi secara parsial pada September 2025, sehingga dapat turut meramaikan sektor industri pusat konvensi dan pameran nusantara. 

4.PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan mencatatkan saham perdana di BEI pada 25 Maret 2025. Perseroan melepas 754.448.900 saham ke publik dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Harga saham perdana yang ditetapkan sebesar Rp 2.390 per saham. Dengan demikian, total dana yang diraup dari IPO sebesar Rp 2,04 triliun. Dana itu terdiri dari hasil IPO sebesar Rp 612,63 miliar dan Rp 1,42 triliun dari penawaran umum atas saham divestasi.

Dana hasil IPO Perseroan antara lain sekitar 72 persen untuk keperluan pembiayaan belanja modal. Hal itu seperti pembangunan pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur dengan biaya perkiraan sebesar Rp 437,50 miliar. Pabrik itu paling cepat beroperasi pada 2026.

Selain itu, sekitar 28 persen akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan untuk ekspansi bisnis baik ke pasar internasional dan pasar dalam negeri yang termasuk tapi tidak terbatas untuk keperluan term of payment, persediaan dan penambahan jumlah karyawan.

"Dana yang diperolah dari hasil penjualan saham milik pemegang saham penjual akan menjadi pemegang saham penjual,” demikian seperti dikutip.

5.PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA)

Superbank resmi meluncurkan deposito yang fleksibel. (Foto: Superbank)

PT Super Bank Indonesia Tbk akan mencatatkan saham perdana di BEI pada Rabu, 17 Desember 2025.  Perseroan telah melepas 4.406.612.300 saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Harga saham perdana yang dipatok sebesar Rp 635 per saham. Dengan demikian, perseroan akan meraup dana IPO sebesar Rp 2,7 triliun.

Dana IPO sekitar 70% akan digunakan perseroan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perseroan. Sisanya sekitar 30% akan dipakai untuk belanja modal yang akan dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga lima tahun ke depan.

Belanja modal tersebut untuk pengembangan produk perseroan antara lain pengembangan produk pendanaan, pembiayaan dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi retail dan UMKM untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan didukung oleh pengembangan teknologi informasi (IT) yang saling melengkapi melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, artificial intelligence (AI), dan data analytics, serta peningkatan cybersecurity untuk membangun fondasi digital yang kuat, aman dan efisien.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya