Said Abdullah: PDI Perjuangan Jatim Gelar Suksesi Serentak, Siapkan Program Strategis untuk Gen Z dan Alpha

PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong agar generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah yang mahal.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 16 Desember 2025, 14:55 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah. Foto: Istimewa

Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) secara serentak pada 20-21 Desember 2025 di Surabaya. Agenda ini menjadi bagian dari mekanisme partai untuk mengakhiri masa kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan kepemimpinan baru di tingkat DPD dan DPC.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menjelaskan bahwa konferda dan konfercab serentak ini juga menjadi ruang strategis untuk menyusun arah dan program kerja partai ke depan, khususnya dalam menjawab tantangan demografi dan kebutuhan generasi muda.

Mekanisme Suksesi dan Regenerasi Kepemimpinan

Dalam proses suksesi, PDI Perjuangan menerapkan mekanisme demokrasi dua arah. Usulan kepemimpinan berasal dari struktur partai mulai dari ranting, anak cabang, cabang, hingga daerah untuk posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC dan DPD.

Usulan tersebut kemudian dikombinasikan dengan kewenangan DPP PDI Perjuangan dalam menetapkan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC dan DPD. Penetapan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis partai serta agenda regenerasi kepemimpinan.

Selain menentukan struktur kepemimpinan, konferda dan konfercab juga akan membahas program strategis partai di Jawa Timur. Provinsi ini dinilai memiliki posisi penting secara nasional dengan populasi lebih dari 40 juta jiwa, di mana sekitar 70 persen berada pada usia produktif. Potensi demografi tersebut dinilai harus dikelola dengan tepat agar tidak berubah menjadi beban di masa depan.

Fokus Pendidikan, Startup, dan Industri Jawa Timur

Said Abdullah menekankan bahwa kunci pembangunan Jawa Timur terletak pada sektor pendidikan yang lebih inklusif. Meski angka partisipasi murni SMA di Jawa Timur telah mencapai 96 persen, menurutnya capaian tersebut belum cukup karena lulusan SMA belum memiliki keterampilan profesional yang memadai.

PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong agar generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah yang mahal. Upaya tersebut dilakukan melalui dorongan kebijakan di DPRD serta peran kepala daerah, baik melalui APBD maupun kerja sama dengan badan usaha.

Sejalan dengan itu, PDI Perjuangan Jawa Timur juga akan menginisiasi pembentukan Youth Venture Fund (YVF). Program ini menargetkan lahirnya 50.000 startup baru dari kalangan generasi muda hingga 2030, dengan tujuan memperluas akses permodalan tanpa jaminan fisik serta mempercepat kemandirian ekonomi.

Agenda tersebut dikombinasikan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan produk budaya berbasis inovasi, termasuk perlindungan kekayaan intelektual (IP), pengembangan T-shaped skills, transformasi produk budaya menjadi ekspor digital, serta penguatan branding agar lima produk budaya mampu menembus pasar internasional pada 2030. Program ini diyakini dapat menjadi ruang aktualisasi kreatif bagi Gen Z dan Gen Alpha sebagai generasi digital native.

Di sektor ekonomi makro, PDI Perjuangan Jawa Timur juga menilai perlunya percepatan pertumbuhan industri. Selama ini, struktur industri di Jawa Timur masih didominasi oleh sektor makanan, minuman, rokok, dan tekstil. Ke depan, partai mendorong pertumbuhan industri hilir secara lebih masif, seiring dengan pergeseran kawasan industri ke wilayah tengah Jawa Timur yang semakin ekspansif.

Pertumbuhan industri tersebut diharapkan mampu memperluas penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan jumlah kelas menengah, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan. Seluruh agenda strategis ini rencananya akan diputuskan dalam rapat kerja daerah (rakerda) dan rapat kerja cabang (rakercab) PDI Perjuangan se-Jawa Timur.

Melalui rangkaian agenda ini, PDI Perjuangan Jawa Timur ingin mengubah pendekatan politik partai dari sekadar jargon menjadi program kerja kerakyatan yang memiliki target terukur, sekaligus menuntut perubahan dalam cara kerja partai ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya