Liputan6.com, Jakarta - Produsen otomotif raksasa asal Korea Selatan, Hyundai, terus memperkuat dominasinya di pasar kendaraan listrik global. Melalui sub-merek Ioniq yang dikenal dengan desain futuristik dan teknologi mutakhir, Hyundai kembali menyiapkan amunisi baru untuk bersaing di segmen kendaraan listrik kompak.
Setelah mencatatkan kesuksesan lewat Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6, pabrikan ini dikabarkan tengah bersiap meluncurkan model terbaru bernama Hyundai Ioniq 3. Mobil listrik ini diposisikan sebagai model paling ringkas dan terjangkau dalam keluarga Ioniq, sekaligus menjadi senjata Hyundai untuk merebut pasar EV kompak di Eropa.
Advertisement
Baru-baru ini, Hyundai Ioniq 3 tertangkap kamera sedang menjalani uji coba di jalan raya. Meski masih diselimuti kamuflase tebal, siluetnya sudah memperlihatkan karakter hatchback modern yang aerodinamis. Produksi model ini dilaporkan akan dimulai di Turki pada awal 2026, dengan fokus pasar utama di Benua Biru.
Hyundai Ioniq 3 diperkirakan akan meluncur sebagai model tahun 2026 dan diposisikan sebagai “adik” dari Ioniq 5. Dari sisi harga, mobil listrik ini dikabarkan akan dibanderol mulai sekitar €29.300 atau setara Rp500 jutaan, menjadikannya opsi yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Kona Electric.
Kehadiran Ioniq 3 diharapkan mampu mengisi celah harga di bawah Ioniq 5 dan Kona Electric, sekaligus bersaing langsung dengan model populer di Eropa seperti Volkswagen ID.2 dan Renault 5 EV.
Dari sisi desain, Hyundai Ioniq 3 mengusung filosofi ‘Aero Hatch’ yang sebelumnya diperkenalkan melalui Concept Three di pameran otomotif Munich, Jerman. Pendekatan desain ini menjadi strategi Hyundai untuk mendominasi segmen EV kompak yang saat ini memiliki permintaan tinggi di Eropa.
Meski berukuran lebih kecil, identitas khas keluarga Ioniq tetap dipertahankan. Mobil ini mengadopsi filosofi desain ‘Art of Steel’ dengan garis-garis tajam, siluet hatchback aerodinamis, serta spoiler ducktail yang memberi kesan futuristik. Elemen piksel parametrik khas Ioniq juga masih menjadi ciri utama pada eksteriornya.
Teknologi 800V dan Jarak Tempuh Kompetitif
Dilansir InsideEVs, Hyundai Ioniq 3 diperkirakan akan berbagi platform dan teknologi dengan Kia EV3. Artinya, mobil ini akan menggunakan arsitektur listrik 800V Hyundai-Kia, yang memungkinkan pengisian daya ultra-cepat, sebuah keunggulan signifikan di kelas EV kompak.
Meski detail resmi terkait baterai dan motor belum diumumkan, Ioniq 3 diprediksi hadir dengan dua opsi baterai. Varian standar kemungkinan menggunakan baterai berkapasitas sekitar 58,3 kWh, sementara varian Long Range diperkirakan mencapai 81,4 kWh.
Dengan paket baterai terbesar, Ioniq 3 ditargetkan mampu menempuh jarak hingga 587 km berdasarkan standar WLTP. Angka tersebut menjadikannya salah satu mobil listrik kompak dengan jarak tempuh terbaik di segmennya.
Peluncuran Hyundai Ioniq 3 akan menjadi momen krusial dalam strategi elektrifikasi Hyundai di Eropa. Keputusan memulai produksi di Turki menegaskan komitmen pabrikan dalam memenuhi tingginya permintaan pasar EV kompak yang terjangkau di kawasan tersebut.
Dengan kombinasi desain radikal, teknologi pengisian daya cepat, serta jarak tempuh yang kompetitif, Hyundai Ioniq 3 digadang-gadang siap menjadi game changer di segmen EV kompak mulai 2026.
Hyundai Ioniq 3 pun disebut sebagai jawaban Hyundai atas kebutuhan kendaraan listrik yang cerdas, efisien, dan terjangkau, siap memimpin transisi menuju era elektrifikasi di Eropa.