Kapal Penyeberangan Mulai Padat Pemudik Nataru 19 Desember 2025

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meramal jumlah perjalanan kapal penyeberangan bakal meningkat 5,4 persen pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 15 Desember 2025, 14:20 WIB
Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) KMP Jatra II resmi beroperasi di lintasan strategis Sibolga–Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan kepadatan penumpang di kapal penyeberangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) bakal meningkat secara bertahap.

Direktur Operasi & Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Theodore Natalianto Lasse memperkirakan, pergerakan penumpang kapal penyeberangan bakal sudah terlihat mulai Jumat (19/12/2025) akhir pekan ini.

"Prediksi kami di tanggal 19 (Desember 2025) itu sudah mulai ada peningkatan pergerakan di hari Jumat, lalu Sabtu dan Minggu di tanggal 20 dan 21 (Desember 2025)," ujar dia dalam sesi temu media di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Sementara prediksi puncak pergerakan di libur Nataru bakal terjadi di 23-24 Desember 2025. Dengan libur pergantian tahun yang berpotensi semakin panjang, ASDP bersiaga jika penumpang kapal penyeberangan lebih tinggi dari perkiraan.

"Kemudian prediksi puncak pergerakan libur tahun baru itu tanggal 30-31 Desember, dan prediksi puncak pergerakan arus balik itu adalah di tanggal 2 dan 3 Januari 2026," imbuh Rio.

Secara keseluruhan, ASDP meramal jumlah perjalanan kapal penyeberangan bakal meningkat 5,4 persen. Begitu pula dengan jumlah penumpang yang naik 4,3 persen, dan kendaraan terangkut tumbuh hingga 8,9 persen.

"Yang paling tinggi kalau kita melihat di situ adalah kendaraan roda 2 itu kenaikannya sampai 15,3 persen. Kemudian truk itu 7,4 persen, roda 4 kendaraan kecil itu naik 5,9 persen, kemudian bis itu naik 5 persen," bebernya.

"Jadi overall semuanya mengalami peningkatan untuk di 15 lintasan pantauan nasional. Jadi kalau dari sisi angkanya trip itu diprediksi 20.943 trip, untuk penumpang 547.000 lebih penumpang, dan untuk kendaraan 868.000 unit lebih kendaraan," pungkas Rio.

 

Jamin Kesiapan Merak-Bakauheni

ASDP Indonesia Ferry menjamin seluruh layanan di lintasan Jawa-Bali-Lombok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berjalan tertib. Juga selaras dengan kebijakan regulator, khususnya KSOP dan BPTD di masing-masing wilayah.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Perhubungan Darat memastikan kesiapan pengelolaan salah satu lintas penyeberangan terladat, yakni Merak-Bakauheni pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Adapun berdasarkan hasil survei pergerakan masyarakat, Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi rute penyeberangan paling diminati di periode Nataru 2025/2026 nanti.

"Artinya perlu pengelolaan yang baik dan penuh sinergi antar stakeholder. Sehingga pelayanan yang kita berikan sesuai harapan masyarakat," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan beberapa waktu lalu.

 

4 Pelabuhan Penopang

Penyeberangan Kapal Ketapang-Gilimanuk. (Dok ASDP)

Aan menyoroti dua strategi utama untuk menjaga kelancaran dan keselamatan arus penyeberangan, yakni pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan Sumatera berdasarkan golongan kendaraan yang akan menyeberang, serta penerapan delaying system.

Untuk mengurangi potensi terjadinya bottleneck, telah disiapkan empat pelabuhan di sisi Jawa (Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara, Krakatau Bandar Samudera) serta di sisi Sumatera (Bakauheni, Panjang, Wika Beton, BBJ Muara Pilu).

"Pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan sisi Sumatera sudah kita tetapkan melalui SKB yang harus dipatuhi oleh petugas dan operator saat operasi Nataru," kata Aan.

"Kita lihat apakah pairing antar pelabuhan ini sudah tepat, sehingga tidak akan terjadi bottleneck. Mudah-mudahan dengan pembagian dermaga ini bisa mengurai arus lalu lintas yang ada di darat," tuturnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya