Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melesat pada perdagangan saham Senin, (15/12/2025). Saham CDIA menguat di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama.
Mengutip data RTI, harga saham CDIA hari ini ditutup naik 2,45% ke posisi Rp 1.880 per saham. Harga saham CDIA dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.840 per saham. Saham CDIA berada di level tertinggi Rp 1.910 dan level terendah Rp 1.840 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 30.450 kali dengan volume perdagangan 1.567.774 saham. Total transaksi harian saham Rp 294 miliar pada sesi pertama. Seiring kenaikan harga saham CDIA, kapitalisasi pasar saham CDIA mencapai Rp 234,68 triliun.
Advertisement
Sementara itu, berdasarkan data Google Finance, harga saham CDIA merosot 2,84% selama lima hari terakhir. Selama sebulan terakhir, harga saham CDIA naik 3,3%. Sedangkan secara year to date, harga saham CDIA meroket 634,38%.
Pada sesi pertama, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,57% ke posisi 8.709,43. Indeks saham LQ45 naik 0,88% ke posisi 855,80.Seluruh indeks saham acuan menghijau pada sesi pertama.
IHSG berada di level tertinggi 8.717,70 dan level terendah 8.622,98. Sebanyak 358 saham menguat sehingga angkat IHSG. 291 saham melemah dan 148 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.244.688 kali dengan volume perdagangan saham 36,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,5 triliun.
Pada sesi pertama, mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham kesehatan menguat 3,79% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menguat 1,28%, sektor saham industri menanjak 0,89%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,38%.
Selanjutnya sektor saham consumer siklikal menguat 1,17%, sektor saham keuangan bertambah 1,45%, dan sektor saham transportasi menanjak 0,42%.
Sementara itu, sektor saham energi susut 0,39%, sektor saham properti melemah 0,72%, sektor saham teknologi terpangkas 0,68%, dan sektor saham infrastruktur merosot 0,34%.
CDIA Perkuat Rantai Pasok Industri Kimia Lewat Tambahan Armada Logistik
Sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), melalui anak usaha di pilar logistik, PT Chandra Shipping International (CSI) meluncurkan armada kapal logistik kimia cair terbaru berkapasitas 9.000 Deadweight Tonnage (DWT) bernama Novah.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (11/12/2025), kapal ini akan beroperasi mulai Maret 2026 untuk melayani rute domestik maupun internasional. Dengan kemampuan beroperasi lintas wilayah, kehadiran kapal Novah meningkatkan fleksibilitas serta kapasitas logistik CDI Group dalam mendukung kebutuhan industri kimia yang terus berkembang.
Dalam proses pembangunannya, CDI Group bermitra dengan Usuki Shipyard, galangan kapal terkemuka asal Jepang yang juga menyediakan teknologi terkini untuk memastikan efisiensi operasional armada. Kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan kapal yang andal, modern, dan sesuai dengan kebutuhan distribusi komoditas kimia cair. Sebagai salah satu aset logistik utama, kapal Novah memainkan peran strategis dalam memperkuat layanan infrastruktur industri CDI Group. Kehadiran kapal ini memastikan kelancaran rantai pasok sekaligus meningkatkan konektivitas perdagangan lintas negara.
Penambahan Kapal
Penambahan kapal melalui CSI juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi industri kimia yang dijalankan oleh Chandra Asri Group selaku induk usaha.
Pengembangan Pabrik Chlor Alkali dan Pabrik EDC (Ethylene Dichloride) membutuhkan solusi logistik kimia cair yang aman, efisien, dan berkapasitas besar untuk menjamin distribusi bahan baku maupun produk hilir ke berbagai pasar.
Saat ini, CSI telah mengoperasikan dua belas armada kapal, dan dengan hadirnya kapal Novah, CDI Group semakin mempertegas posisinya sebagai penyedia infrastruktur industri yang terintegrasi. Penambahan armada ini memperkuat kontribusi CDI Group dalam mendukung pertumbuhan sektor industri, baik di tingkat nasional maupun regional.