Pelindo Jawab Permintaan BEI Usai Bencana Sumatera

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan operasional pelabuhan tetap berjalan meski sejumlah wilayah operasional perusahaan terdampak banjir dan tanah longsor.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 14 Desember 2025, 08:08 WIB
Pelabuhan Kuala Tanjung didukung dengan hinterland (Dok: Pelindo I)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan bahwa operasional pelabuhan tetap berjalan meski sejumlah wilayah operasional perusahaan terdampak banjir dan tanah longsor.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (13/12/2025), Pelindo menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi menyeluruh dengan seluruh Regional, Subholding, dan Unit Kerja untuk memastikan kelangsungan layanan logistik nasional.

"PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ("Pelindo") telah melakukan konsolidasi data dengan seluruh Regional, Subholding, dan Unit Kerja terkait," tulis Corporate Secretary Pelindo kepada BEI.

Asesmen cepat dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas yang terdampak sekaligus memastikan area operasional kritis tetap berjalan.

Dalam laporannya kepada BEI, Pelindo menjelaskan bahwa status operasional di pelabuhan-pelabuhan utama masih berada pada tingkat aman dan dapat melayani arus barang serta kapal tanpa hambatan signifikan.

Perusahaan juga mengerahkan tim teknis untuk melakukan inspeksi infrastruktur dan memetakan risiko tambahan, mengingat bencana banjir dan longsor berpotensi mengganggu konektivitas rantai pasok.

Pelindo memastikan bahwa setiap penyesuaian operasional dilakukan tanpa mengganggu jadwal layanan yang sudah ditetapkan kepada mitra usaha.

Pelindo menambahkan bahwa berbagai langkah mitigasi terus ditempuh untuk mengamankan fasilitas strategis. Perusahaan juga menyiapkan skema pemulihan bagi area yang mengalami gangguan agar dapat kembali berfungsi optimal dalam waktu cepat.

Informasi terkait dampak bencana, kondisi terkini fasilitas, langkah penanganan, serta potensi implikasi finansial disampaikan secara lengkap dalam laporan yang diajukan sesuai ketentuan pelaporan insidental pada Peraturan Bursa Nomor I-E.

"Penjelasan lengkap atas seluruh pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia, mencakup kondisi fasilitas terdampak, status operasional, dampak keuangan, langkah penanganan, serta informasi material lainnya. Demikian kami sampaikan. Sesuai dengan ketentuan pelaporan insidental sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-E, atas perhatiannya," tulis Pelindo.

Korban Banjir Bandang Sumatera Kehilangan Rumah, Pelindo Salurkan Rp 527 Juta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya bersama tim SAR gabungan masih melakukan pendataan serta upaya evakuasi warga yang terjebak banjir. Petugas juga berusaha membuka jalur alternatif terkait jembatan nasional yang rusak. Tampak foto udara menunjukkan sebuah ekskavator sedang membersihkan lumpur dari banjir bandang di jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Jumat 28 November 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memberikan bantuan kemanusiaan Rp 527 juta, untuk masyarakat korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang kehilangan rumah, atau tidak dapat kembali akibat kondisi lingkungan belum aman.

Bantuan disalurkan sejak Senin (1/12/2025) untuk kebutuhan dasar melalui Posko Bantuan Kementerian Perhubungan untuk Sumatera, di Jakarta. Bantuan yang dikirim antara lain berupa selimut, paket sanitasi dan kebersihan yang difokuskan untuk anak-anak dan perempuan, serta berbagai kebutuhan logistik seperti bahan sembako, susu, makanan siap saji dan air minum.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, untuk wilayah Sumatera Utara, Pelindo mengoperasikan posko pengungsian serta mendirikan dapur umum di sejumlah titik terdampak bagi warga yang masih bertahan di lokasi bencana.

"Di Aceh dan Sumatera Barat, kami juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa tenda pengungsian berikut terpal, tikar, selimut, pakaian, dan bantuan air bersih," ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Arif menjelaskan, nilai bantuan masih akan bertambah seiring penyaluran dari berbagai entitas Pelindo Grup yang saat ini terus berjalan.

"Kami berkomitmen meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Pelindo terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di daerah agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat," imbuhnya.

Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dilaporkan terisolasi akibat jalan terputus, jembatan rusak, serta genangan banjir yang belum surut. Pemerintah telah mengerahkan armada udara maupun laut untuk mengirim bantuan ke daerah-daerah yang tidak bisa ditembus kendaraan darat.

 

Dapur MBG Suplai Makanan

Hingga Kamis 4 Desember 2025, tumpukan material kayu gelondongan masih terlihat dan mulai dimanfaatkan warga sebagai material untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak. Tampak dalam foto, warga desa memotong batang kayu yang hanyut akibat banjir bandang di Garoga, Provinsi Sumatra Utara, pada Kamis 4 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

Di sisi lain, pemerintah melakukan alih fungsi dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, menjadi dapur umum untuk melayani korban banjir bandang Sumatera.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjabarkan, terdapat ratusan SPPG yang berubah status sementara menjadi dapur umum di tiga wilayah terdampak bencana tersebut.

"Ini ratusan SPPG yang berubah fungsi menjadi dapur untuk pelayanan umum. Di Aceh ada 81 (unit) ya, bertambah dari tadinya 63 (unit) untuk melayani ratusan ribu (korban banjir bandang)," jelasnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya