Polisi: Tidak Ada Senjata Tajam dalam Insiden Tewasnya Debt Collector di Kalibata

Polisi telah memeriksa enam saksi dari warga sekitar yang melihat langsung peristiwa penyeroyokan dua debt collector yang berujung kericuhan dan pembakaran sejumlah lapak di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

oleh Tim NewsDiterbitkan 12 Desember 2025, 15:51 WIB
Upaya penagihan tersebut berakhir tragis. Tampak dalam foto, warga beristirahat di depan puing-puing bangunan usai kebakaran yang melanda deretan kios di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/12/2025). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya dua debt collector yang berujung kericuhan dan pembakaran sejumlah lapak di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Peristiwa bermula dari pertikaian antara dua penagih utang dengan seorang pengendara yang diduga menunggak cicilan.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika seorang pengendara motor dihentikan dua debt collector. Tak lama kemudian, pengendara mobil di belakangnya turun untuk membantu, hingga terjadi pengeroyokan.

"Awal kejadian itu jam 15.30, pengeroyokan. Terus berdampak panjang," kata Mansur kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).

Seorang korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit namun tidak tertolong. Kedua jenazah kini dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Yang meninggal ada dua, yang satu kritis tadi akhirnya meninggal juga. Sekarang lagi proses di Rumah Sakit Kramat Jati," ujarnya.

Polisi telah memeriksa enam saksi dari warga sekitar yang melihat langsung peristiwa tersebut. Mansur menyebut jumlah saksi masih bisa bertambah. "Kalau minta keterangan saksi sudah banyak yang kita mintain. Saksi ada 6 dari pihak warga yang melihat langsung di TKP. Kemungkinan bisa bertambah," ucapnya.

Penyidik juga menelusuri sejumlah rekaman CCTV di titik-titik sekitar lokasi untuk mencocokkan keterangan saksi. "Kita masih lakukan penyelidikan karena kita cari titik beberapa titik CCTV yang ada di sini nanti," katanya.

 

Telusuri Sejumlah Keterlibatan Banyak Pihak

Aksi balas dendam massa terjadi dengan melakukan pembakaran tenda pedagang dan kendaraan. Tampak dalam foto, pemilik kios membersihkan puing-puing bangunan usai kebakaran yang melanda deretan kios di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/12/2025). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Hasil penyelidikan awal memastikan tidak ada penggunaan senjata tajam atau benda tumpul dalam insiden ini. "Kalau luka sajam gak ada, benda tumpul gak ada, itu hanya menggunakan tangan saja. Tangan kosong saja. Iya, murni pakai tangan kosong," ujar Mansur.

Ia juga menegaskan tidak ada penembakan dalam kejadian tersebut. "Gak ada. Enggak ada. Kita pastikan tidak ada. Nihil untuk bawa penembakan, senjata tajam dan sebagainya, gak ada," kata dia.

Mansur membantah adanya bentrok antara warga dan kelompok debt collector. Ia menjelaskan warga hanya keluar karena penasaran melihat kerumunan.

"Kalau bentrok dengan warga tidak ada. Ya warga hanya melihat saja saat itu. Karena ada terjadi kerumunan, warga akhirnya keluar untuk menyaksikan. Kalau bentrok enggak ada," ujarnya.

 

Picu Kemarahan dan Aksi Balasan

Sebanyak sembilan kios dan delapan kendaraan hangus terbakar. Tampak dalam foto, pemilik kios membersihkan puing-puing bangunan usai kebakaran yang melanda deretan kios di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/12/2025). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Kericuhan terjadi setelah kabar kematian para debt collector tersebar dan memicu kemarahan rekan-rekan mereka, yang kemudian melampiaskan emosi dengan membakar lapak di sekitar lokasi.

"Karena merasa temannya ada yang jadi korban, akhirnya mereka melakukan pelampiasan emosinya," ucap Mansur.

Hingga kini, polisi masih menelusuri keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk pengendara motor yang dihentikan serta pengemudi mobil yang turun membantu.

Polisi juga menunggu situasi keluarga korban lebih kondusif sebelum meminta keterangan dari rekan-rekan debt collector.

"Tunggu saja, mohon doanya semoga segera terungkap," kata Mansur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya