Liputan6.com, Jakarta - Arsenal harus menelan pahitnya kegagalan meraih gelar Premier League dalam tiga musim terakhir. Tim asuhan Mikel Arteta selalu tampil menjanjikan, tetapi tak pernah mampu mempertahankan performa hingga akhir. Situasi itu membuat para pendukung The Gunners harus kembali menerima realitas yang sama.
Dalam tiga musim tersebut, Arsenal selalu hadir sebagai penantang serius gelar Premier League. Mereka memimpin klasemen, mengemas poin besar, dan membuat fans yakin bahwa trofi akhirnya akan datang. Namun di setiap kesempatan, justru rival-lah yang tersenyum di garis finis.
Advertisement
Arsenal pun menjadi tim pertama yang finis sebagai runner-up tiga kali beruntun di era Premier League. Musim ini, cerita yang sama mulai terlihat kembali ketika Arsenal sempat memuncaki klasemen, tetapi kehilangan poin di laga-laga penting. Hasil imbang dan kekalahan kontra Sunderland, Chelsea, serta Aston Villa membuat tekanan meningkat dan rasa percaya diri fans kembali diuji.
Di tengah situasi itu, muncul komentar keras dari Patrice Evra yang langsung menyasar perilaku fans Arsenal. Mantan bek Manchester United itu mengingatkan bahwa euforia berlebihan justru bisa menjadi bumerang.
Evra Sentil Fans Arsenal
Patrice Evra menyoroti sikap fans Arsenal yang menurutnya terlalu cepat merayakan kemenangan meski musim masih panjang. Ia melihat pola yang sama muncul setiap tahun, dan hasil akhirnya selalu membuat fans kecewa. Menurutnya, situasi ini terus berulang karena dukungan fanatik tidak dibarengi dengan sikap realistis terhadap perjalanan kompetisi.
Legenda Manchester United itu juga menilai bahwa tekanan dari luar sering membuat Arsenal kesulitan mengelola keadaan. Fans yang terlalu percaya diri bisa menciptakan ekspektasi yang tidak seimbang dengan realita di lapangan.
Evra menganggap bahwa sikap pendukung bisa mempengaruhi aura tim, baik positif maupun negatif. Dengan kompetisi yang semakin ketat, Evra melihat Arsenal tak bisa terus mengulangi kesalahan serupa.
Dalam komentarnya kepada Stake, via Goal, Evra berkata: "Saya tidak tahu apakah Arsenal mampu mengatasi tekanan. Saya selalu menyukai Arteta sebagai pemain dan saya tahu ia adalah manajer yang hebat. Tetapi pada akhirnya, penggemar Arsenal adalah masalahnya. Mereka selalu mengatakan, 'tahun ini kita akan menang'. Mereka perlu tenang. Sama halnya ketika penggemar Inggris mengatakan 'trofi Piala Dunia itu akan pulang'."