Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Desember 2025: AMRT, BBKP, NICL hingga WIFI

Berikut straregi rekomendasi saham hari ini, Jumat (12/12/2025) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Desember 2025, 06:55 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Jumat, (12/12/2025). IHSG hari ini akan menguji 8.464-8.583 pada perdagangan saham jelang akhir pekan ini. Bagaimana strategi rekomendasi saham hari ini?

Adapun IHSG merosot 0,92% ke 8.620 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 11 Desember 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini IHSG berada pada akhir wave [iii] dari wave 5 pada label hitam, sehingga IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.583. Ia menuturkan, posisi itu juga sekaligus menutup area gap tipisnya.

“Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” kata dia dalam catatannya.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.553,8.493 dan level resistance 8.714,8.821 pada perdagangan Jumat pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), PT PAM Mineral Tbk (NICL), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Buy on Weakness

Saham AMRT terkoreksi 0,78% ke 1.910 dan masih didominasi oleh tekanan jual, posisi AMRT pun masih cenderung downtrend. “Kami memperkirakan, posisi AMRT sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.680-1.815

Target Price: 1.970, 2.160

Stoploss: below 1.640

 

2.PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) - Spec Buy

Saham BBKP terkoreksi 2,67% ke 73 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. Herditya menuturkan, selama BBKP masih mampu berada di atas 71 sebagai stoplossnya, posisi BBKP diperkirakan sedang berada di akhir wave [iv] dari wave 1 pada label hitam.

Spec Buy: 72-73

Target Price: 79, 82

Stoploss: below 71

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT PAM Mineral Tbk (NICL) - Spec Buy

Saham NICL menguat 1,39% ke 1.095 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Selama NICL masih mampu berada di atas 1.055 sebagai stoplossnya, posisi NICL diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c],” kata Herditya.

Spec Buy: 1.070-1.090

Target Price: 1.175, 1.235

Stoploss: below 1.055

 

4.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Buy on Weakness

Saham WIFI terkoreksi ke 4.250 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi WIFI saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5,” ujar dia.

Buy on Weakness: 3.960-4.100

Target Price: 4.390, 4.530

Stoploss: below 3.790

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 11 Desember 2025

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Kamis, (11/12/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham melemah dan pelaku pasar dinilai realisasikan keuntungan setelah the Federal Reserve atau the Fed pangkas suku bunga acuan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,92% ke posisi 8.620,48. Indeks LQ45 turun1,15% ke posisi 847,08. Seluruh indeks saham acuan merosot. Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.776,97 dan level terendah 8.580,10. Sebanyak 500 saham melemah sehingga bebani IHSG.

201 saham menguat dan 98 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.604.826 kali dengan volume perdagangan saham 69,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.648.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG hari ini merosot dibebani oleh sektor infrastruktur, basic materials, dan big banks. “Koreksi IHSG pun terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah dan seiring pergerakan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

Sektor Saham

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Herditya mengatakan, IHSG merosot kemungkinan dipengaruhi ada aksi ambil untung dari investor. Selain itu juga memanasnya geopolitik Jepang dengan China. Kemudian Amerika Serikat dengan Venezuela.

Sementara itu, dari 11 sektor saham, tiga sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 1,57%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 0,50% dan sektor saham consumer siklikal menguat 0,39%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur merosot 4,08%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,34%, sektor saham basic merosot 0,86%, sektor saham kesehatan turun 0,53%. Kemudian sektor saham keuangan terpangkas 0,75%, sektor saham properti melemah 1,53%, sektor saham teknologi melemah 1,57% dan sektor saham transportasi turun 1,74%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya