Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) melakukan edukasi terkait industri kripto kepada generasi muda. Pasalnya, dari total 580 juta pengguna, mayoritas user kripto didominasi usia muda dari 18-34 tahun.
Dalam Pintu Goes to Campus yang digelar PT Pintu Kemana Saja di Universitas Bina Nusantara (Binus), Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Catur Karyanto Pilih, memberikan pesan kepada mahasiswa tentang pentingnya literasi.
Advertisement
"Kami menyampaikan apresiasi sedalam-dalamnya kepada Binus University yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan literasi terkait produk serta layanan aset digital, termasuk salah satunya aset kripto," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).
Catur menambahkan, literasi digital dan literasi keuangan menjadi syarat utama sebelum terjun ke dunia aset kripto.
"Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak. Bahkan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong orang lain menggunakan layanan keuangan digital dengan tepat," bebernya.
Senada dengan OJK, dosen Universitas Bina Nusantara Hugo Prasetyo mengungkapkan, kampusnya yang memiliki kurikulum terintegrasi telah memfasilitasi mahasiswa untuk mendalami literasi kripto.
"Teman-teman yang mau tahu crypto bisa belajar coding di crypto science. Dari sisi finance, bisa belajar di bagian keuangan. Bahkan kami memiliki Beehive yakni laboratorium khusus untuk cryptocurrency yang terdapat ruang diskusi kritis hingga Binus memiliki Binus Blockchain dan Crypto Club," tuturnya.
Bekal Investasi Kripto
CMO Pintu Timothius Martin mengapresiasi Binus yang telah menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendalami aset digital tersebut, sebagai bekal bagi para mahasiswa sebelum memulai investasi kripto.
"Kami juga berterima kasih kepada OJK yang mendukung penuh kegiatan ini dan kami siap terus bekerja sama dengan regulator untuk mendorong berbagai program literasi dan inklusi guna menciptakan ekosistem investasi kripto yang terus tumbuh dengan positif," ujarnya.
Adapun industri kripto terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Mengutip laporan dari CoinLaw berjudul Crypto User Demographics Statistics 2025: Who’s Investing, Trading, and Holding, pengguna crypto secara global dari 2024-2025 mengalami peningkatan sebesar 34 persen atau mencapai 580 juta pengguna.
Dominasi Anak Muda
Masih dalam laporan yang sama disebutkan, mayoritas pengguna crypto didominasi usia muda dari 18-34 tahun.
Menurut Timo, Indonesia kebanjiran bonus demografi anak muda usia produktif yang juga mendominasi pengguna aset kripto dalam negeri.
"Ini menjadi berkah sekaligus tantangan besar utamanya dari sisi literasi dan inklusi. Melalui berbagai inisiatif program edukasi yang kami jalankan, Pintu berkomitmen memastikan generasi muda memahami risiko, peluang, serta prinsip keamanan dalam berinvestasi aset kripto secara komprehensif," pungkasnya.