Saham BUMI Melompat 21,32% pada Sesi I, Segini Kapitalisasi Pasarnya

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan volatilitas tinggi dengan kenaikan signifikan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Desember 2025, 13:43 WIB
Berikut pergerakan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan saham Rabu, (10/12/2025). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi sorotan pasar dengan menunjukkan volatilitas dan kenaikan yang sangat signifikan. Pergerakan saham BUMI menarik perhatian investor, terutama pada perdagangan saham Desember 2025.

Pada 10 Desember 2025, saham BUMI tercatat menguat tajam hingga 21,32% ke level Rp 330 per saham, dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 5,2 triliun hingga penutupan sesi pertama. Harga saham BUMI dibuka naik empat poin ke posisi Rp 276 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 272 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 334 dan terendah Rp 276 per saham hingga penutupans esi pertama. Total frekuensi perdagangan saham 327.780 kali dengan volume perdagangan saham 166.160.880 saham.  Kapitalisasi pasar saham BUMI mencapai Rp 122,54 triliun.

Mengutip Google Finance, harga saham BUMI meroket 120% selama sebulan. Secara year to date (ytd), harga saham BUMI meroket 168,29%.

IHSG ditutup melejit 0,42% ke posisi 8.693,71 hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu, 10 Desember 2025. Indeks saham LQ45 menguat 0,57% ke posisi 852,86. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.720,88 dan level terendah 8.668,60. Sebanyak 266 saham melesat dan 402 saham merosot. Sementara itu, 132 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.135.895 kali dengan volume perdagangan 42,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 19,2 triliun.

Sektor saham bervariasi selama sesi pertama. Sektor saham infrastruktur melesat 4,95%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menguat 2,03%, sektor saham basic menanjak 1,42%. Lalu sektor saham industri mendaki 0,23%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,96%.

Selanjutnya sektor saham teknologi naik 0,48%. Sementara itu, sektor saham transportasi merosot 1,24%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,09%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,34%. Selain itu, sektor saham keuangan tergelincir 0,65%, sektor saham properti naik 0,43%.

UBS Lepas 769 Juta Saham Bumi Resources

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, UBS Group AG melaporkan perubahan kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perwakilan UBS, Dominic Eichrodt dan Ruby Ko, perusahaan menyatakan telah menjual sebagian kepemilikannya pada emiten pertambangan tersebut.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2025) UBS menyebutkan jumlah saham BUMI yang dimiliki turun dari 26,38 miliar saham (7,11%) menjadi 25,61 miliar saham (6,90%). Penurunan terjadi setelah UBS melepas 769.454.100 saham pada transaksi terakhir tanggal 20 November 2025, dengan harga Rp 228,994 per saham.

UBS menjelaskan aksi penjualan saham tersebut dilakukan untuk kebutuhan lindung nilai derivatif klien.

Kepemilikan saham UBS di BUMI terdiri dari kepemilikan langsung dan tidak langsung melalui beberapa entitas dan cabang UBS, termasuk UBS AG London Branch sebagai pemilik manfaat langsung, serta aset-aset yang tercatat atas nama klien Wealth Management melalui cabang UBS di Singapura, Hong Kong, dan Swiss. 

Selain itu, MultiConcept Fund Management S.A. dan UBS Fund Management (Switzerland) AG juga tercatat sebagai manajer dana terkait kepemilikan tersebut.

 

UBS Beli Saham BUMI

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, UBS Group AG menambah kepemilikan saham BUMI pada pertengahan November 2025. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (23/11/2025), UBS Group AG membeli 2.921.668.200 saham BUMI pada 14 November 2025 dengan harga pembelian Rp 197,72. Jumlah saham yang dibeli itu setara 0,78%. Dengan demikian, nilai pembelian saham BUMI oleh UBS Group AG sekitar Rp 577,67 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya