Top 3: Jejak Karier Hudi Suryodipuro

Artikel Jejak Karier Hudi Suryodipuro, VP Sekretaris SKK Migas yang Meninggal Dunia ini menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com.

oleh Septian DenyDiterbitkan 10 Desember 2025, 06:30 WIB
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Suryodipuro. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Vice President (VP) Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Hudi Dananjoyo Suryodipuro, meninggal dunia. Hudi Dananjoyo berpulang pada hari ini, Selasa, 9 Desember 2025, di Jakarta. Almarhum wafat pada usia 48 tahun.

Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh Humas SKK Migas melalui keterangan resmi dan unggahan di media sosial sekitar pukul 09.30 WIB.

Artikel Jejak Karier Hudi Suryodipuro, VP Sekretaris SKK Migas yang Meninggal Dunia ini menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Selasa pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com?

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu, (10/12/2025).

1. Jejak Karier Hudi Suryodipuro, VP Sekretaris SKK Migas Meninggal Dunia Saat Bersepeda di Sudirman

Vice President (VP) Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Hudi Dananjoyo Suryodipuro, meninggal dunia. Hudi Dananjoyo berpulang pada hari ini, Selasa, 9 Desember 2025, di Jakarta. Almarhum wafat pada usia 48 tahun.

Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh Humas SKK Migas melalui keterangan resmi dan unggahan di media sosial sekitar pukul 09.30 WIB.

"Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uuun. Segenap Manajemen dan Pegawai SKK Migas mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya," demikian bunyi keterangan tertulis dari SKK Migas.

Menurut informasi yang dikumpulkan, Hudi Dananjoyo Suryodipuro meninggal dunia saat sedang bersepeda di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini 9 Desember 2025: Raja Emas dan Laku Emas Bervariasi

Pedagang menunjukan perhiasan emas di sebuah toko Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (3/9/2015). Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini terpantau bergerak stabil di posisi Rp560 ribu per gram. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada Selasa, 9 Desember 2025, pasar emas perhiasan di Indonesia kembali menunjukkan dinamika menarik. Informasi mengenai Harga Emas Perhiasan Hari Ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat, baik untuk keperluan investasi maupun sebagai pelengkap gaya.

Data terbaru yang dihimpun dari dua penyedia terkemuka, Raja Emas dan Laku Emas, menunjukkan adanya variasi harga yang signifikan. Fluktuasi ini terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang terpantau terkoreksi menjelang pertemuan penting Federal Reserve (The Fed).

Untuk diketahui, harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin kemarin. Investor memilih berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Selain itu, pelaku pasar juga menanti pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang dinilai akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Pemulihan Lahan Bencana Sumatera Bakal Pakai Anggaran Cetak Sawah

Warga desa memotong kayu-kayu yang hanyut oleh banjir bandang di Garoga, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis 4 Desember 2025. Banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang terjadi pada akhir November 2025 lalu membawa serta kayu-kayu gelondongan dalam jumlah besar. (YT HARIONO/AFP)

Pemerintah membuka peluang mengalihkan program cetak sawah untuk mendukung pemulihan lahan pertanian di wilayah terdampak bencana di Sumatera. 

Direktur Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan, Tri Budhianto, menegaskan anggaran untuk cetak sawah dan optimalisasi lahan pada dasarnya tersedia setiap tahun dalam APBN.

“Sebetulnya, gini anggaran untuk cetak sawah untuk optimalisasi lahan itu setiap tahun ada lokasinya mungkin yang berbeda beda,” kata Tri dalam acara Kunjungan Kerja PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan Kementerian Keuangan ke Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/12/2025).

Menurut Tri, yang membedakan hanyalah lokasi atau fokus pelaksanaannya. Jika pemerintah menilai pemulihan lahan pertanian pascabencana menjadi prioritas, maka program cetak sawah yang sudah dianggarkan dapat difokuskan ke wilayah terdampak tanpa harus menunggu penyediaan anggaran baru.

Baca artikel selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya