SD Sekoci Langkat Rusak Parah Diterjang Banjir, Hanya Tersisa Satu Ruang

Kondisi ini membuat para murid harus belajar di tenda. Mendikdasmen Abdul Mu'ti akan merevitalisasi SD Sekoci.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 09 Desember 2025, 21:37 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti di SD Sekoci Langkat

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti akan merevitalisasi SD 057239 Sekoci di Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Sekolah tersebut rusak parah dan hanya menyisakan satu bangunan usai diterjang banjir.

Mu'ti akan menjadi prioritas khusus dalam program revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026.

"Anak-anak semua harus tetap tegar dan semangat belajar. Gedung sekolah ini ke depannya akan di renovasi sehingga kalian bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman," ungkap Mu'ti kepada para murid SD, Selasa (9/12/2025).

Kepala SD 057239 Sekoci, Saria Br Bangun, menyambut haru kehadiran menteri. Ia menuturkan kondisi sekolah saat ini sangat memprihatinkan.

Dari sekian banyak ruang kelas yang ada, kini hanya tersisa satu ruangan yang dapat digunakan. Akibatnya, proses pembelajaran terpaksa dilakukan di tenda darurat yang didirikan seadanya.

Saria Br Bangun menambahkan, selain revitalisasi gedung, sekolah juga sangat membutuhkan seragam dan peralatan sekolah yang banyak hilang terbawa banjir.

"Kami dan seluruh warga sekolah sangat bahagia Menteri Mu'ti hadir di tengah-tengah kami. Kami bersyukur dan berterima kasih atas seluruh bantuan yang diberikan," terangnya.

Semangat pantang menyerah terpancar dari wajah para murid, salah satunya Febby Cindy Aulia. Meskipun kehilangan buku, seragam, dan sepatu akibat banjir, ia dan rekan-rekannya tetap tegar.

"Semoga sekolah kami bisa di renovasi agar kami bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman di ruang kelas. Terima kasih Pak Menteri untuk kunjungan dan semua bantuan kepada kami," kata Febby.

Senada dengan Febby, Hanna Azwiyah mengungkapkan kesedihannya karena salah satu aset canggih sekolah, Interactive Flat Panel (IFP), ikut rusak terbawa arus banjir padahal baru digunakan kurang dari dua minggu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya