Laba Bersih Telkomsel pada Q3 2025 Sentuh Rp 4,71 Triliun, Bisnis Digital Jadi Penggerak Utama

Pendapatan dari bisnis digital Telkomsel meningkat 7,9%, dari Rp 18,178 triliun pada Q2 2025 menjadi Rp 19,607 triliun pada Q3 2025.

oleh IskandarDiterbitkan 09 Desember 2025, 09:30 WIB
BTS Telkomsel pertama di Indonesia. Liputan6.com/Agustinus Mario Damar

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah bayang-bayang tantangan yang masih membebani industri telekomunikasi nasional, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kabar baik dari anak usahanya, Telkomsel.

Kinerja operator seluler terbesar di Indonesia ini terpantau positif hingga kuartal III (Q3) tahun 2025.

Berdasarkan memo informasi Telkom Q3 2025, dikutip Selasa (9/12/2025), pertumbuhan kinerja Telkomsel ditunjukkan oleh peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) yang signifikan.

ARPU Telkomsel tumbuh sebesar 5,2% secara kuartalan (Quartal-on-Quartal/QoQ), melonjak dari Rp41.300 menjadi Rp43.400.

Selain itu, penetrasi layanan fixed mobile convergence (FMC) Telkomsel juga menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah pelanggan IndiHome mencatatkan pertumbuhan 7,5%, dari 10,735 juta pelanggan pada September 2024 menjadi 11,544 juta pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.

Senada, pelanggan pascabayar KartuHalo juga meningkat 6,3%, dari 7,682 juta menjadi 8,168 juta pelanggan.

Segmen bisnis digital menjadi motor utama pertumbuhan Telkomsel. Pendapatan dari bisnis digital Telkomsel meningkat 7,9%, dari Rp 18,178 triliun pada kuartal II 2025 menjadi Rp 19,607 triliun pada kuartal III 2025.

Lonjakan pendapatan ini berimbas langsung pada profitabilitas perusahaan. Laba bersih Telkomsel terkerek naik 11,5% (QoQ) menjadi Rp 4,71 triliun, dengan tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) yang mencapai angka impresif 83,7%.

 

Tanggapan Pengamat

Pengamat Telekomunikasi sekaligus Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Agung Harsoyo, menilai positif capaian ini.

Menurutnya, peningkatan kinerja Telkomsel tak lepas dari strategi yang tepat dalam memanfaatkan peluang transformasi digital di Indonesia.

“Langkah Telkomsel dalam menghadirkan berbagai layanan digital, termasuk tetapi tidak terbatas pada produk bundling layanan OTT, kemudian FMC seperti IndiHome, dan Telkomsel One, dinilai efektif dalam memaksimalkan pemanfaatan jaringan yang dimilikinya,” ujar Agung.

Agung menambahkan, inisiatif ini turut mendorong pertumbuhan bisnis digital Telkomsel secara lebih menyeluruh. Ia menegaskan bahwa tanpa pengembangan jaringan 4G dan 5G secara masif serta penguatan ekosistem layanan digital, Telkomsel tidak akan memiliki performa sebaik ini pada September 2025.

 

Infrastruktur dan Visi 5G

Hingga saat ini, Telkomsel didukung oleh total 288.295 BTS yang terdiri dari 235.627 BTS 4G dan 4.009 BTS 5G. Pembangunan infrastruktur secara masif ini terbukti efektif mendorong konsumsi data. Payload data Telkomsel tercatat tumbuh 17,2% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi 17,5 juta TB.

Ke depan, Agung Harsoyo optimistis kinerja keuangan Telkomsel akan semakin membaik, terutama di sektor bisnis digital. Optimisme ini didasarkan pada target perusahaan.

“Jika target pembangunan 5.000 BTS 5G di 80 kota/kabupaten pada akhir 2025 tercapai, saya optimis kinerja keuangan Telkomsel, khususnya di bisnis digital, akan semakin baik. Terlebih lagi, bisnis yang berkaitan dengan AI,” Agung memungkaskan.

Infografis: 26 Satelit Milik Indonesia (Liputan6.com / Abdillah)

Infografis: 26 Satelit Milik Indonesia (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya