Jepang Dilanda Gempa, Layanan Kereta Shinkansen Berhenti Sementara

Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin (8/12) malam. Badan Meteorologi Jepang melaporkan gempa tersebut memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 09 Desember 2025, 00:33 WIB
Ilustrasi shinkansen Jepang. (dok. Unsplash/ Fikri Rasyid)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin (8/12) malam. Gempa ini dilaporkan memicu peringatan tsunami di pesisir Hokkaido serta prefektur Aomori dan Iwate.

Gempa terjadi di lepas pantai Aomori dengan kedalaman 50 kilometer. Magnitudo awal 7,2 kemudian direvisi menjadi 7,6, disertai peringatan potensi tsunami hingga tiga meter.

Dilansir Antara dari Kyodo-OANA, Badan Meteorologi Jepang mencatat gelombang tsunami mencapai 40 cm terjadi di Aomori dan Hokkaido, serta 50 cm di prefektur Iwate. Pihak berwenang memperingatkan kemungkinan gelombang yang lebih tinggi menyapu pesisir timur laut Jepang.

Akibat gempa, layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen antara stasiun Fukushima dan Shin-Aomori dihentikan sementara.

 

Dirasakan hingga Tokyo

Ilustrasi Tsunami. (Liputan6.com/Sunariyah)

Sebelumnya, Gempa tercatat mencapai intensitas enam skala Jepang dari tujuh di beberapa wilayah Aomori. Getaran juga dirasakan hingga ke Tokyo bagian tengah.

Belum ada laporan gangguan di pembangkit nuklir Hokkaido maupun prefektur Aomori, Miyagi, dan Fukushima.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya