Liputan6.com, Jakarta - Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis sebagai upaya memperkuat sistem keamanan, kesiapan personel, serta keandalan operasional dalam menjaga objek vital nasional sektor energi digelar PT Pertamina Energy Terminal (PET).
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Parkir LPG Terminal Tanjung Sekong, Cilegon, Banten dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Pam Obvitnas, serta berbagai fungsi strategis internal Pertamina Group.
Advertisement
Apel dipimpin oleh Pgs. Kasiops Korem 064/MY Kolonel Inf Yoyok Pramudia dan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Cilegon, PT Pertamina International Shipping dan LPG Terminal Tanjung Sekong, serta unsur pengamanan perusahaan.
Dalam amanatnya, Pangdam III/Siliwangi menekankan, pengamanan instalasi energi strategis merupakan tugas krusial dan harus dilakukan secara responsif, terukur, dan sinergis.
"Objek vital Pertamina memiliki peran yang sangat menentukan bagi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Gangguan sekecil apa pun dapat berdampak luas pada ketahanan energi nasional. Karena itu, kesiapsiagaan satuan pengamanan harus ditingkatkan melalui koordinasi, profesionalisme, dan evaluasi berkelanjutan," ujar Pangdam III/Siliwangi melalui keterangan tertulis, Senin (8/12/2025).
Dia juga menggarisbawahi kompleksitas ancaman saat ini, mulai dari ancaman keamanan fisik, sabotase, tindakan kriminal, kecelakaan industri, hingga ancaman berbasis teknologi.
"Apel menjadi sarana pengecekan personel, peralatan, prosedur, dan kemampuan respon cepat terhadap berbagai situasi darurat," tandas Pangdam III/Siliwangi.
Standar Keselamatan
Kemudian, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal Bayu Prostiyono menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PET dalam menjunjung standar keselamatan dan keamanan tertinggi dalam operasional terminal energi.
"Keselamatan, keamanan aset, dan keandalan operasi adalah prioritas utama bagi PET. Melalui kegiatan ini, kami memastikan seluruh tim operasional dan pengamanan siap menghadapi potensi risiko di lapangan," ucap dia.
"Sinergi kuat antara fungsi HSSE, unit operasi, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan energi nasional," sambung Bayu.
Kegiatan apel melibatkan personel dari berbagai unit operasi PET, khususnya LPG Terminal Tanjung Sekong sebagai salah satu area strategis dalam rantai pasok energi nasional.
Bayu menjelaskan, pengecekan kesiapan personel, peralatan, hingga prosedur mitigasi risiko dilakukan secara menyeluruh.
"PET terus berupaya meningkatkan sistem manajemen pengamanan, memperkuat kompetensi petugas, serta memastikan operasional berjalan aman dan andal," kata dia.
"Penyelenggaraan apel kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari agenda strategis perusahaan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan memastikan distribusi energi dapat berjalan tanpa hambatan," sambung Bayu.