Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 163 Miliar untuk KPR Rumah Subsidi di Jawa Barat

Penyaluran kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk program 3 juta rumah melalui program FLPP di Jawa Barat naik signifikan.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 08 Desember 2025, 16:30 WIB
CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat Nila Mayta Dwi Rihandjani dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025). (Liputan6.com/Maulandy)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jawa Barat, senilai Rp 163 miliar hingga kuartal III 2025.

CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat Nila Mayta Dwi Rihandjani mengatakan, program 3 juta rumah jadi program prioritas pemerintah yang paling banyak menerima penyaluran kredit dari Bank Mandiri di wilayah Jawa Barat.

"Pertumbuhan kredit rumah kita di Jawa Barat naiknya signifikan. Kita kenceng banget di program 3 juta rumah melalui program FLPP maupun program-program dari sisi pengusaha yang bergerak di bidang pembangunan rumah," ujarnya dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025).

Nila melanjutkan, dukungan pembiayaan tersebut dialokasikan baik untuk supply side (penyediaan rumah), maupun demand side (permintaan rumah). Dari sisi supply kepada developer, Bank Mandiri telah merealisasikan pembiayaan kredit kepada 2 debitur dengan baki debet (Bade) Rp 6 miliar.

Sedangkan untuk permintaan KPR rumah subsidi, realisasinya mencapai Rp 163 miliar kepada 1.049 debitur.

Bank Mandiri juga tengah memproses program Kredit Industri Padat Karya (KIPK) yang dibawahi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sebuah kredit program pemerintah untuk pertumbuhan industri padat karya.

 

Potensi Pembiayaan Rp 17 Triliun

CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat Nila Mayta Dwi Rihandjani dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025). (Liputan6.com/Maulandy)

Nila menyampaikan, pihaknya telah dihubungi oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) terkait dukungan pembiayaan untuk program KIPK. Dengan potensi nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp 17 triliun.

"Kemarin saya juga ditelepon oleh pak Setneg, bahwa ada lagi program baru, namanya KIPK, Kredit Industri Padat Karya. Itu juga program subsidi yang potensinya sangat besar di Jawa Barat ini juga. Ketua divisinya bilang ada potensi sekitar Rp 17 triliun untuk bisa dibiayai," ungkapnya.

Secara timeline, program ini dijadwalkan host to host koneksi system Bank Mandiri dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan pada pekan ketiga Desember 2025.

 

MBG dan Alsintan

Selain itu, Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat juga telah menyalurkan fasilitas pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 24 miliar untuk 16 debitur. Dengan porsi Bade Rp 13 miliar untuk 6 debitur UMKM, dan Rp 11 miliar untuk 10 debitur mikro.

"Dari MBG ini kita bisa banyak sekali mendapatkan potensi-potensi pembiayaan di setiap SPPG. SPPG-nya kita biayai, pegawainya kita biayai, pemasok-pemasoknya bisa kita biayai juga semuanya. Sehingga ini potensi yang bisa kita garap dari dapur SPPG," ungkapnya.

Kemudian penyaluran kredit usaha untuk alat dan mesin pertanian (Alsintan), yang telah terealisasi Rp 1,5 miliar untuk 2 debitur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya