Janji Prabowo ke Korban Banjir Sumatra: Rehabilitasi Sawah Rusak hingga Perbaikan Infrastruktur

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir besar di Sumatra, termasuk. Salah satu yang menjadi fokus Prabowo yakni, mengenai nasib petani yang menjadi korban banjir.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 07 Desember 2025, 16:37 WIB
Menggunakan Helikopter Caracal TNI AU, Presiden Prabowo Subianto mendarat di Helipad Lapangan GOR Pandan, setelah sebelumnya lepas landas dari Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara. Tampak dalam foto, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah), memeluk seorang penyintas banjir bandang di posko pengungsian di Pandan, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, pada 1 Desember 2025. (YT Hariono/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir besar di Sumatra. Termasuk salah satu yang menjadi fokus adalah mengenai nasib petani yang menjadi korban bencana.

Dia berjanji bendungan yang rusak akibat bencana banjir akan diperbaiki. Selain itu, kata Prabowo, sawah-sawah petani yang rusak akan direhabilitasi sehingga dapat berproduksi kembali.

"Tadi kita laporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol, tapi kami akan segera memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi," jelas Prabowo usai meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). 

"Sudah dilaporin ke saya, petani-petani enggak usah khawatir, sawahnya rusak. Mereka, kita akan bantu memperbaiki," sambungnya.

Dia memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana akan tetap terpenuhi. Nantinya, suplai bahan pangan akan dikirim dari berbagai daerah lain.

"Juga sementara belum bisa produksi penuh, maka pangan akan kita kirim dari tempat lain, kita punya cadangan nasional cukup banyak," tutur Prabowo.

Menurut dia, semua pihak bekerja dengan baik menangani dampak bencana banjir. Prabowo pun berjanji membantu masyarakat terdampak bencana melewati masa-masa sulit ini.

"Jadi setelah saya lihat kondisi. Kerja semua instansi baik. Bahu membahu sama rakyat sama pemerintah daerah, polisi, tentara semua bekerja," ujar Prabowo.

Targetkan Perbaikan Jembatan 1 Minggu

Presiden Prabowo Subianto mengecek pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Teupin, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh yang rusak akibat bencana banjir dan longsor. Jembatan tersebut sangat penting untuk menyambungkan kembali beberapa wilayah di Aceh dan Sumatra Utara. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen, Aceh rampung dalam waktu satu minggu. Jembatan sementara tersebut dibangun usai rusak karena diterjang banjir besar beberapa waktu lalu.

"Ini kita lihat salah satu jembatan Bailey yang dikerjakan. Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka," kata Prabowo usai meninjau pembangunan Jembatan Bailey di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025).

Jembatan Bailey ini sangat penting karena menyambungkan beberapa daerah di Provinsi Aceh. Prabowo menyampaikan pemerintah akan kembali membangun jembatan rusak apabila pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane selesai.

"Dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon," ujarnya.

Prabowo menekankan dirinya mengerahkan semua kekuatan negara untuk memulihkan infrastruktur dan akses jalan yang terputus atau rusak akibat banjir. Hal ini untuk memastikan akses logistik dan pergerakan masyarakat segera pulih.

"Semua usaha kita kerahkan. Nanti semua jembatan kita akan perbaiki. Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu. Karena masalahnya adalah tembus ini baru kita bisa kerja yang lain," jelas Prabowo.

Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya