Dokter Penyedia Ketamin untuk Aktor Matthew Perry Dijatuhi Hukuman Penjara Usai Sidang Putusan

Kasus Matthew Perry memasuki babak baru setelah dokter yang menyuplai ketamin ilegal dijatuhi hukuman tegas.

oleh Zikrah Nur AmalahDiterbitkan 08 Desember 2025, 12:00 WIB
Dr. Salvador Plasencia, the doctor who supplied Matthew Perry with ketamine, was sentenced to 2.5 years in prison. Here are details on the sentence and other updates.

Liputan6.com, Jakarta - Kematian aktor Matthew Perry pada akhir Oktober 2023 menyisakan duka mendalam bagi dunia hiburan. Dilansir dari reuters.com, Sabtu (6/12/2025), pemeran Chandler Bing dalam serial Friends itu ditemukan tak bernyawa di jakuzi rumahnya di Los Angeles, AS.

Laporan autopsi menyebut Matthew Perry meninggal akibat “efek akut ketamine” yang bercampur beberapa faktor lain hingga membuatnya kehilangan kesadaran lalu tenggelam.

Setahun setelah tragedi itu, proses hukum terhadap orang-orang yang diduga berperan dalam kematian Matthew Perry mencapai babak baru. Seorang dokter California, Dr. Salvador Plasencia, dijatuhi hukuman 30 bulan penjara setelah terbukti secara ilegal memberikan ketamin kepada sang aktor.

Ia sebelumnya mengelola klinik perawatan darurat di luar Los Angeles dan mengaku bersalah atas empat dakwaan distribusi obat bius tanpa izin. Dalam pernyataannya di persidangan, hakim Sherilyn Peace Garnett menegaskan, tindakan Plasencia bukan hanya melanggar hukum, tapi juga menempatkan Matthew Perry di jalur berbahaya.

“Anda dan yang lain membantu Mr. Perry tetap berada di jalan menuju akhir seperti ini sambil terus memuaskan kecanduannya,” ujar Sherilyn Peace ketika menjatuhkan vonis.

Plasencia pun menyampaikan penyesalan mendalam di hadapan keluarga Matthew Perry. Ia mengaku telah melakukan kesalahan besar dan mengatakan, “Saya telah mengecewakan Mr. Perry, mengecewakan keluarganya, dan mengecewakan komunitas.”

Ketika menoleh langsung ke keluarga Matthew Perry, Salvador Plasencia menambahkan, “Saya benar-benar menyesal.” 


Jaringan Ketamin dan Pesan Teks yang Mengungkap Motif

Matthew Perry pada 2015. (Rich Fury/Invision/AP, File)

Penyelidikan mendalam menunjukkan Matthew Perry sebenarnya sedang menjalani terapi ketamin untuk depresi dan kecemasan di klinik resmi. Ketika dokter menolak meningkatkan dosis, Matthew Perry berpaling kepada penyedia layanan yang tidak bertanggung jawab.

Jaksa federal Martin Estrada menyebut, para terdakwa memanfaatkan kondisi sang aktor untuk mencari keuntungan. Reuters.com, Sabtu (6/12/2025) juga mengabarkan, beberapa minggu sebelum Matthew Perry meninggal,Dr. Salvador Plasencia disebut menyuntikkan ketamin ke tubuhnya beberapa kali, termasuk di rumah dan sekali di kursi belakang mobil yang diparkir.

Abcnews.com pada Sabtu, (6/12/2025), mewartakan, salah satu temuan yang memberatkan adalah pesan teks Dr. Salvador Plasencia kepada Dr. Mark Chavez (terdakwa lain) yang berbunyi, “Saya penasaran berapa banyak orang b***h ini akan membayar.” Pesan itu menunjukkan bagaimana Matthew Perry diperlakukan sebagai sumber uang, bukan pasien.

Lanjut Baca:

Jaksa juga menjelaskan, Matthew Perry menerima sekitar 70 vial ketamin hanya dalam satu bulan terakhir hidupnya, menghabiskan lebih dari USD 60.000. Ketamine yang beredar berasal dari beberapa pihak, termasuk pengedar yang dikenal dengan julukan “Ratu Ketamin” serta asisten pribadi Perry, Kenneth Iwamasa, yang menyuntikkan sebagian dosis. Empat terdakwa lain Chavez, Iwamasa, Jasveen Sangha alias “Ketamine Queen,” dan Erik Fleming sebagai perantara lebih dulu mengaku bersalah. Mereka dijadwalkan menerima hukuman dalam beberapa minggu mendatang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya