Liputan6.com, Jakarta - Tidak hanya sekadar menyediakan kendaraan listrik (EV) komesial, namun juga gencar untuk mewujudkan sebuah pergerakan ekosistem besar. Visi ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Kalista Albert Aulia Ilyas, didasarkan pada kesadaran mendalam akan urgensi polusi PM2.5 yang kini 7 kali lebih tinggi dari standar WHO.
Visi besar “Building EV Ecosystem, Starts with You” ini menjadi pondasi bagi Kalista untuk menyediakan solusi Fleets-as-a-Service (FaaS) yang fleksibel. Model ini didesain untuk mendorong semua pelaku usaha agar dapat bertransisi ke EV tanpa terbebani tentang masalah investasi modal awal (CAPEX).
Advertisement
Guna untuk mendukung visi tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis Kalista, Yoga Adwinarto, secara strategis memimpin uji coba ekstrem untuk menantang mitos range anxiety di pasar.
Uji coba ini mencakup rute bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang menantang, serta pengujian EV untuk sektor logistic berat dan pertambangan.
Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista menegaskan bahwa elektrifikasi di sektor komersial ini adalah sebuah Gerakan kolektif.
Visi perusahaan ini dirangkum dalam satu kalimat “Building EV Ecosystem, Starts with You”.
Visi ini bukan cuma slogan saja, melainkan pedoman untuk menyediakan solusi FaaS end-to-end yang fleksibel, terutama bagi para pelaku bisnis yang ingin memenuhi target ESG.
Skema FaaS, yang ditawarkan melalui model OPEX (sewa), memastikan perusahaan dapat menghindari kendala investasi modal yang besar, yang selama ini sudah menjadi penghalang utama transisi.
Menepis Mitos
Kalista membuktikan bahwa bus listrik komersial sudah siap untuk menempuh jarak yang ekstrem, bukan lagi hanya untuk rute dalam kota.
Direktur Pengembangan Bisnis Kalista, Yoga Adwinarto menyoroti keberhasilan uji coba Bus Listrik AKAP yang mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer.
“Berangkat dengan 2 kali pemberhentan, pulang sekali pemberhentian, bukan karna busnya tapi karna makan. Jadi memang very-very possible untuk kita dorong 542 km dengan charge setengah,” ungkapnya, merujuk pada uji coba rute Jakarta-Jogja.
Selain itu, Kalista juga berhasil melakukan uji coba EV Prime Mover on road Pertama untuk First Mile Logistic yang membawa muatan lebih dari 100 Ton.
Edukasi dan Jaminan After Sales Jadi Kunci Kolaborasi
Selain uji coba jarak jauh, Manajemen Kalista menekankan pentingnya edukasi dan jaminan layanan purna jual.
Mereka aktif menjalankan program trial (PoC) gratis selama 1-3 bulan di berbagai kota, seperti Jambi dan Pekanbaru, tanpa komitmen.
“Yang kita hindari sebenarnya adalah menghindari klien membeli armada dengan spek yang salah,” jelas Albert mengenai tujuan program trial gratis tersebut.
Mereka juga menjamin dukungan after sales melalui kerja sama dengan berbagai pabrikan (brand agnostik), sambil memastikan ketersediaan mekanik dan bengkel yang memadai di seluruh Indonesia.