Liputan6.com, Jakarta - Miliarder real estat sekaligus pemilik klub NFL Miami Dolphins, Stephen Ross, resmi mendukung layanan taksi terbang yang menawarkan perjalanan senilai USD 200 atau sekitar Rp 3,3 juta (estimasi kurs rupiah Rp 16.660 per USD). Layanan tersebut diklaim mampu membawa penumpang dari Miami ke West Palm Beach dalam waktu sekitar 30 menit, jauh lebih cepat dibanding perjalanan darat yang kerap terjebak kemacetan parah.
Dikutip dari New York Post, Jumat (5/12/2025), Ross menginvestasikan dananya ke Archer Aviation, perusahaan pengembang pesawat listrik vertical takeoff and landing (eVTOL). Rutenya direncanakan menghubungkan lapangan golf pribadi Ross di Hobe Sound dengan Hard Rock Stadium di Miami.
Advertisement
Layanan ini juga akan menyambangi bandara-bandara utama seperti Miami, Fort Lauderdale, dan Palm Beach.
CEO Archer Aviation, Adam Goldstein, menyebut Florida Selatan sebagai lokasi ideal karena populasi wilayah tersebut terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Archer sendiri telah menyelesaikan uji terbang di San Jose, California, dan tengah memperluas jaringan layanan ke Abu Dhabi, New York, dan Los Angeles.
Kapasitas Empat Penumpang
Stephen Ross menilai keberadaan taksi terbang akan memangkas waktu tempuh bagi para penyewa gedung komersial dan hunian yang ia miliki di West Palm.
“Semakin populer suatu wilayah, semakin besar kemacetannya. Dan ketika kemacetan meningkat, kebutuhan akan transportasi seperti ini juga semakin besar,” ujarnya.
Archer mengandalkan pesawat unggulan bernama Midnight, eVTOL berkapasitas empat penumpang yang disebut jauh lebih senyap dibanding helikopter. Midnight dirancang untuk perjalanan pendek sejauh 20 hingga 50 mil dengan kecepatan maksimal mencapai 150 mph, serta mampu membawa beban lebih dari 1.000 pon.
Archer berharap pesawat ini dapat digunakan di area perkotaan yang kerap mengalami kemacetan berat, sehingga perjalanan yang biasanya memakan waktu 1 jam dapat dipangkas menjadi hanya 10–20 menit.
Macet Bikin Waktu Perjalanan Lebih Panjang 2 Kali Lipat
Pertumbuhan penduduk Florida Selatan menjadi salah satu faktor munculnya kebutuhan transportasi alternatif. Lonjakan populasi yang didorong arus migrasi internasional membuat wilayah Miami-Dade, Broward, dan Palm Beach mencatat pertumbuhan stabil dari 2023 hingga 2024. Secara keseluruhan, populasi Florida bahkan meningkat lebih dari 8% sejak 2020.
Namun, perkembangan pesat tersebut juga memunculkan tantangan serius. Kemacetan di jalur utama seperti I-95 dan Florida’s Turnpike dikabarkan membawa lebih dari 200.000 kendaraan per hari. Menurut Departemen Transportasi AS, penundaan pada jam sibuk—terutama di Miami-Dade—bisa membuat waktu perjalanan lebih dari dua kali lipat.
Dengan kondisi itu, taksi terbang seperti yang dikembangkan Archer dipandang sebagai salah satu solusi untuk memangkas waktu perjalanan dan mengurangi tekanan pada infrastruktur jalan yang kian padat.