Menembus 'Titik Kritis' Longsor Tapanuli Utara, Perjuangan untuk Warga Desa yang Terisolasi dan Kelaparan

Desa Pagaran Lambung I Parsikaman menjadi titik kritis longsor di Tapanuli Utara. Di desa ini, setiap bungkus nasi instan dan karung beras yang tiba adalah nafas baru bagi ratusan jiwa yang menanti jalan keluar dari isolasi bencana.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 04 Desember 2025, 13:02 WIB
Desa Pagaran Lambung I Parsikaman menjadi titik kritis longsor di Tapanuli Utara. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Desa Pagaran Lambung I Parsikaman, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), kini tak lebih dari sebuah daerah yang terkunci. Desa yang menjadi titik kritis karena masyarakat terisolasi dan kelaparan.

Tanah Longsor dahsyat memutus total akses jalan utama Balige-Siborongborong. Namun, di tengah keputusasaan itu, secercah harapan datang. Pada Rabu dan Kamis, 3–4 Desember 2025, tim gabungan dari Dir Samapta, Dir Binmas, dan Bid Humas Polda Sumatera Utara menembus batas bahaya, berjuang mendistribusikan logistik vital ke jantung daerah terdampak.

"Desa Pagaran Lambung I adalah salah satu daerah yang paling terdampak. Aksesnya terputus total, warga tidak bisa keluar untuk mendapatkan kebutuhan dasar," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, dengan nada prihatin. 

"Karena itu Polda Sumut memastikan bantuan ke wilayah ini tidak boleh berhenti. Kami pastikan masyarakat tetap mendapat suplai logistik yang memadai.”

Bantuan tahap pertama yang dibawa oleh Polda Sumut seolah menjadi penyambung hidup. Beras 100 karung, Nasi Instan, Bubur Instan, hingga sayuran segar seperti cabe dan jipang. Bantuan ini ikirim untuk mengakhiri kelangkaan pangan yang telah berhari-hari mencekik warga.

"Warga di Pagaran Lambung I sudah cukup kesulitan mendapatkan bahan makanan. Bantuan ini menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera tiba agar kondisi masyarakat tidak semakin terpuruk," jelas Kombes Ferry, menggambarkan situasi genting di desa tersebut.

Melihat kondisi warga yang benar-benar kesulitan, Polda Sumut langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan lanjutan. Sebanyak 250 paket logistik tambahan, berisi sarden, mi instan, dan beras 5 kg per paket, dikirimkan. Ini adalah bukti komitmen tulus, tidak ada warga yang boleh dibiarkan tanpa perhatian.

"Kami melihat warga di sana benar-benar membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Selama akses belum pulih, kami akan terus mengirimkan bantuan," tegas Kombes Pol Ferry Walintukan. 

Desa Pagaran Lambung I Parsikaman menjadi titik kritis longsor di Tapanuli Utara. (istimewa)

Napas Bagi ratusan Jiwa

Kehadiran personel Polda Sumut di tengah reruntuhan longsor bukan hanya membawa makanan, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan bahwa mereka tidak sendirian. Di Pagaran Lambung I, setiap bungkus nasi instan dan karung beras yang tiba adalah nafas baru bagi ratusan jiwa yang menanti jalan keluar dari isolasi bencana.

"Fokus kami adalah keselamatan dan keberlangsungan hidup warga yang paling terdampak."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya