CEO Ripple Ingatkan Pengguna Kripto Waspadai Scam Jelang Libur Natal

Pendidikan menjadi alat terkuat untuk melindungi masyarakat dari penipuan termasuk di kripto.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 Desember 2025, 07:33 WIB
Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Kripto tak asing dengan penipuan dan peretasan. Aksi kejahatan di sektor kripto itu pun masih marak pada 2025. Menjelang libur akhir tahun, CEO Ripple Brad Garlinghouse mengingatkan pemakai kripto untuk tetap waspadai scam online.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (4/12/2025), raksasa institusional dan pelaku pasar kripto ritel, tak seorang pun bisa lolos dari jebakan penipu yang semakin canggih.

Plafform analisis on-chain Chainalysis mengungkapkan dalam pembaharuan pertengahan tahun kejahatan kripto pada 2025 yang rilis pada 17 Juli 2025, lebih dari USD 2,17 miliar atau Rp 36,03 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.605) telah dicuri dari layanan kripto saat itu.

Pada akhir Juni 2025, nilai yang dicuri 17% lebih banyak secara year-to-date (YTD) dibandingkan tahun 2022 yang sebelumnya merupakan tahun terburuk yang pernah tercatat.

Kejahatan kripto tidak lagi terbatas pada serangan virtual. Serangan kekerasan fisik juga meningkat selama periode reli pasar, menurut laporan tersebut.

CEO Ripple Minta Pengguna Kripto untuk Tetap Waspada

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, membagikan pesan pada 2 Desember, yang meminta komunitas perdagangan untuk tetap waspada menjelang Natal. Ia juga membahas inisiatif keamanan baru bernama Strawberry Pie yang bertujuan untuk membantu melindungi pedagang dari penipuan online.

Garlinghouse memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berterima kasih kepada tim keamanan di Ripple karena telah memerangi puluhan ribu situs web berbahaya dan video siaran langsung palsu untuk melindungi pemegang XRP.

Strawberry Pie untuk mengedukasi pengguna tentang penipuan kripto

Ripple, bersama dengan raksasa teknologi lainnya seperti Meta (Nasdaq: META), Match Group, dan Coinbase (Nasdaq: COIN), telah bersatu dalam sebuah front persatuan bernama Tech Against Scams Coalition untuk memerangi penipuan keuangan.

Strawberry Pie adalah inisiatif liburan baru dari Tech Against Scams Coalition yang bertujuan untuk memulai percakapan tentang penipuan agar peristiwa bencana seperti itu tidak terlupakan dan membuat semua orang dapat belajar dari kejadian masa lalu.

 

 

Pendidikan Alat Terkuat

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

SVP Engineering di Ripple, Dennis Jarosch mengatakan, Scamberry Pie menciptakan momen sederhana bagi keluarga dan komunitas untuk berbicara secara terbuka tentang tanda-tanda peringatan, berbagi pengalaman, dan saling memperhatikan.”

"Pendidikan adalah salah satu alat terkuat yang kita miliki untuk melindungi masyarakat dari penipuan.”

Meskipun festival menyatukan keluarga untuk makan dan merayakan, seringkali justru saat inilah para penipu memburu mangsa di tengah maraknya belanja online dan penawaran obral.

Ripple membagikan beberapa contoh tanda bahaya tentang bagaimana seorang penipu dapat mencoba mencuri token XRP milik pemegangnya di sekitar Natal.

Penawaran seperti "Kirim 5 XRP dan dapatkan kembali 50 XRP" terlalu muluk dan penipu sering kali memberikan janji palsu semacam itu.

 

Modus Penipuan

Ilustrasi aset kripto XRP. (Gambar by AI)

Penipu dapat membuat logo perusahaan palsu, profil eksekutif, kloning suara buatan AI, atau video deepfake, dan lain-lain yang terlihat hampir sama dengan entitas asli dan mencoba mencuri dana. Disarankan untuk memverifikasi profil online dengan saluran dan situs web resmi Ripple.

Penipu juga dapat mengirimkan tautan untuk melakukan pembayaran, tetapi kesalahan ejaan atau ekstensi yang tidak dikenal seharusnya membuat Anda waspada. Jika sebuah tautan meminta Anda untuk menghubungkan dompet kripto, hentikan dan verifikasi, Ripple memperingatkan.

Pengguna tidak boleh berada di bawah tekanan penipu yang mencoba memaksakan penawaran mendesak. Frasa seperti "bertindak cepat" atau "waktu terbatas" merupakan tanda bahaya, Ripple mencatat.

Jangan terpengaruh oleh komentar seperti "Ini berhasil untuk saya!" atau "Terima kasih telah menggandakan kripto saya!" Seringkali, penipu memposting komentar semacam itu untuk mendapatkan legitimasi.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya