Liputan6.com, Washington, D.C - Kejahatan yang terjadi di hotel Las Vegas, Amerika Serikat, tidak dapat mengajukan permohonan keringanan hukumannya yang telah divonis selama 33 tahun pada 5 Desember 2008, karena aksinya merupakan konfrontasi kekerasan yang nyaris membuat korban tertembak.
Mantan bintang Hall of Fame sepak bola AS ini menjadi pelaku utama perampokan bersenjata yang dilakukan pada 13 September 2007.
Advertisement
O.J. Simpson (61) berdiri terbogol dengan wajah datar saat hakim membacakan hukumannya, ia menjelaskan bahwa tujuan perampokannya hanya ingin mengambil memorabilia olahraga dan kenang-kenangan miliknya, termasuk cincin kawin mantan istri dari dua bandar judi yaitu Alfred Beardsley dan Bruce Fromong, dilansir dari CBC News, Jumat (5/12/2025).
Namun, bukti rekaman audio dan video menutup pernyataan Simpson dan tetap menunjukkan bahwa ia telah bersalah, di mana terlihat dari bukti yang melakukan perencanaan dan pelaksanaan aksinya secara jelas.
Hukuman Tidak Dapat Diganggu Gugat
Rekaman saat itu diambil secara diam-diam oleh Thomas Riccio yang bertindak sebagai perantara pertemuan, menunjukkan bahwa Simpson memerintahkan orang lain mengambil barang-barang yang dianggap miliknya.
Hukuman yang dibacakan oleh Hakim Jackie Glass pun tidak ragu menjatuhkan hukuman berat sesuai dengan aksi yang telah diperbuatnya.
Menurut juru tulis hakim Elana Roberto, salah satu cara yang dapat membantunya meringankan lama hukumannya ini dengan memenuhi syarat pembebasan bersyarat setelah sembilan tahun.
Tetapi analis hukum CBC News, Andrew Cohen, mengatakan bahwa para legislator di Nevada memastikan kejahatan semacam ini dihukum berat, sehingga hakim tidak memiliki banyak kelonggaran atau kesempatan membelanya.
Akhir Kelam Simpson
Nasib Simpson semakin tak berdaya begitu jaksa memberikan tuntutan maksimal, sementara juri menolak argumen pembelaannya dan ia langsung dibawa ke penjara.
Rekan terdakwa Simpson dalam perampokan tersebut sekaligus mantan teman golfnya, Clarence C.J. Stewart, juga dijatuhi hukuman setidaknya 15 tahun penjara.
Mereka sebelumnya dinyatakan bersalah pada 3 Oktober atas 12 dakwaan kriminal, termasuk penculikan dan perampokan bersenjata.
Dalam proses pemberian keputusan hakim terhadap hukuman Simpson, terdapat keluarga Ronald Goldman, yang menjadi korban dalam kasus pembunuhan Simpson tahun 1994 merasa puas dengan hukuman berat dari perampokan di Las Vegas.
Adanya bukti kuat dari aksinya dapat melawan seluruh pembelaan, di mana Hakim Glass juga menjatuhkan hukuman terhadap empat terdakwa yang sebagai rekan kejahatannya dengan mendapatkan hukuman lebih ringan, yaitu Michael McClinton, Charles Cashmore, Walter Alexander, dan Charles Ehrlich.
Pada akhirnya, kasus perampokan yang ingin mengambil barang-barang milik Simpson kembali berubah menjadi kasus kriminal besar yang bukan hanya membuatnya mendapatkan vonis berat, tetapi juga menyeret beberapa rekannya meski mereka bukan tokoh utama dibalik aksinya.