Lumpuh Akibat Banjir Bandang Sumatera, Bahlil Jamin Listrik dan BBM Segera Pulih

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin pasokan listrik, BBM, hingga LPG segera pulih usai terdampak banjir bandang Sumatera.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 03 Desember 2025, 10:20 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin pasokan listrik, BBM, hingga LPG segera pulih usai terdampak banjir bandang Sumatera. Akses energi tersebut sempat lumpuh akibat bencana banjir bandang yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin pasokan listrik, BBM, hingga LPG segera pulih usai terdampak banjir bandang Sumatera. Akses energi tersebut sempat lumpuh akibat bencana banjir bandang yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.

Dalam kunjungannya ke posko pengungsian di Pinangsori, Tapanuli Tengah, Bahlil meyakinkan para warga terdampak bahwa pemulihan akses terhadap listrik, BBM, dan LPG tengah dipercepat.

Salah satu yang dilakukan adalah relaksasi terhadap aturan penggunaan barcode untuk pembelian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Relaksasi ini akan diterapkan hingga kondisi pasca bencana dinyatakan pulih dan aktivitas warga kembali normal.

"Kami sudah mengeluarkan relaksasi aturan bahwa untuk orang publik, masyarakat membeli BBM di SPBU tidak perlu memakai barcode. Jadi sudah bebas, baik di Sumatera Utara, maupun di Sumatera Barat, maupun di Aceh. Ini semua dalam rangka bagaimana kita mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat," ujar Bahlil dalam siaran pers resmi Kementerian ESDM, Rabu (3/12/2025).

Bahlil menyatakan bahwa stok BBM dan LPG di Sumut, Sumbar, dan Aceh sebenarnya masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Hanya saja terkendala pada akses jalur darat ke SPBU.

Maka dari itu, Kementerian ESDM bersama PT Pertamina (Persero) mengalihkan jalur distribusi BBM dan LPG melalui laut dan udara.

 

Mobilisasi Terputus

Kayu gelondongan besar terbawa arus banjir di Sumatera. (Antara)

Masalahnya, sambung Bahlil, mobilisasi untuk ke daerah-daerah yang bisa dijangkau terputus akibat jalan akses hingga jembatan tak bisa dilalui.

"Mobilisasinya untuk ke daerah-daerah yang bisa dijangkau karena jalan putus, jembatan putus, ini yang menjadi persoalan yang kita hadapi bersama. Tapi sekarang kita pakai cara, ada beberapa yang pakai pesawat, ada beberapa juga yang pakai rakit. Kayak di Aceh, di Bireuen itu kita rakit. Untuk muat, naik," ungkapnya.

Selain akses BBM dan LPG yang masih terbatas, akses terhadap listrik juga belum maksimal. Bahlil menyampaikan, dari 19 Megawatt (MW) listrik di Sibolga, baru 7 MW yang dapat beroperasi, karena menggunakan tekanan jaringan rendah.

 

 

Normalisasi Suplai Listrik

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). (Liputan6.com/Novia Harlina)

Kendati begitu, Bahlil memastikan agar PT PLN (Persero) dapat menormalisasi suplai listrik dengan menggunakan jaringan yang maksimal.

Data terkini dari PT PLN (Persero), dari 103 penyulang yang padam, 85 penyulang (83 persen) di antaranya sudah menyala normal.

Dari 4.537 gardu distribusi yang padam, 2.365 (52 persen) sudah beroperasi kembali. Sementara itu, beban listrik yang sudah pulih mencapai 216,64 MW (82 persen), dan 415.097 (76 persen) pelanggan sudah kembali mengakses listrik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya