Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 45,50 poin atau 0,53 persen ke posisi 8.662,54 pada Rabu pagi.
Dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,01 poin atau 0,24 persen ke posisi 856,75.
Advertisement
Prediksi IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (2/12/2025). IHSG hari ini berpotensi ke 8.500-8.700. Bagaimana strategi rekomendasi saham-nya saat IHSG diprediksi merosot?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup mendaki 0,8% disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 749 miliar pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing yakni saham BRMS, ASII, CUAN, BREN dan BBCA.
"IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 8.500-8.560 dan level resistance 8.650-8.700 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.
Di sisi lain, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memprediksi, IHSG masih akan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], dapat dicermati area penguatan berikutnya pada area 8.660.
"Namun, cermati pula area koreksi dalam jangka pendek pada rentang 8.540-8.569,” ujar Herditya dalam catatannya, Rabu pekan ini.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.491,8.428 dan level resistance 8.616,8.660.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Rekomendasi Saham
Trading Idea hari ini: BRMS, DEWA, PTRO, BRPT, INET, dan WIFI
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 1005-1015, cutloss di bawah 990. Target dekat di 1035-1060.
- DEWA Spec Buy dengan area beli di 460-468, cutloss di bawah 454. Target dekat di 480-490.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 10175-10225, cutloss di bawah 10175. Target dekat di 10300-10500.
- BRPT Spec Buy dengan area beli di 3460-3500, cutloss di bawah 3460. Target dekat di 3540-3570.
- INET Spec Buy dengan area beli di 640-650, cutloss di bawah 630. Target dekat di 670-685.
- WIFI Buy on Weakness dengan area beli di 3600-3680, cutloss di bawah 3550. Target dekat di 3730-3780.
Penutupan IHSG pada 2 Desember 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh posisi tertinggi pada perdagangan saham Selasa, (2/12/2025). IHSG hari ini menyentuh rekor tertinggi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melesat 0,80% ke posisi 8.617,04. Indeks saham LQ45 bertambah 0,42% ke posisi 854,73. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG hari ini masih sejalan dengan laporan teknikal yang dirilis Selasa pagi ini. Selain itu, IHSG melonjak didorong nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Dan didorong oleh penguatan emiten-emiten konglomerasi,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.625,63 dan level terendah 8.564,69. Sebanyak 369 saham melesat sehingga angkat IHSG. 278 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.720.715 kali dengan volume perdagangan saham 43,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.613.
Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah yakni sektor saham kesehatan turun 0,77% dan sektor saham teknologi merosot 0,36%. Sektor saham industri bertambah 2,75% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer siklikal naik 2,42% dan sektor saham infrastruktur mendaki 1,83%.
Sektor saham energi melompat 0,56%, sektor saham basic melejit 1,05%, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 0,25%, sektor saham keuangan bertambah 1,11%. Selanjutnya sektor saham properti melambung 0,88% dan sektor saham transportasi mendaki 1,16%.