Pengakuan Ridwan Kamil: Soal Lisa Mariana hingga Dirugikan isu Liar Korupsi BJB

RK menyatakan, semua aliran dana yang disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terindikasi dengan korupsi BJB adalah tidak benar. Termasuk asal dari dana transfer ke Lisa Mariana.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaMuhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 03 Desember 2025, 07:00 WIB
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninggalkan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (2/12/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK membantah dirinya terlibat dalam sengkarut kasus korupsi pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB) yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, yang dilakukan BJB adalah tindakan pribadi mereka tanpa andil dan keputusan dirinya, yang saat itu mejabat sebagai gubernur.

“Jadi pada dasarnya yang paling utama adalah saya itu tidak mengetahui apa yang namanya menjadi perkara dana iklan ini. Karena dalam tupoksi gubernur, aksi korporasi dari BUMD ini itu adalah dilakukan oleh teknis mereka sendiri,” kata RK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

RK menjelaskan, gubernur dapat mengetahui aktivitas korporasi BUMD jika ada laporan dari pihak direksi, komisaris selaku pengawas, serta kepala biro BUMD. Hanya saja, ketiga unsur tersebut tidak pernah menyampaikan aduan dugaan pelanggaran pidana kepadanya.

“Tiga-tiga ini tidak memberikan laporan semasa saya menjadi gubernur. Makanya kalau ditanya saya mengetahui (tidak),” jelas dia.

RK berharap penjelasannya dapat meluruskan narasi yang berkembang di publik. Sebab, dirinya menyatakan tidak terlibat apalagi menikmati dari hasil korupsi yang dilakukan para pejabat BJB.

“Jadi saya tidak tahu, apalagi terlibat, apalagi menikmati hasilnya, dan lain sebagainya dan mudah-mudahan klarifikasi saya ini bisa membuat spekulasi atau persepsi yang terbangun selama ini menjadi lebih clear,” dia menandasi.

 

RK Bantah Danai Lisa Mariana Pakai Uang Korupsi BJB: Itu Uang Pribadi, Konteksnya Pemerasan

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) bersiap meninggalkan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (2/12/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK menegaskan tidak terlibat dalam kasus korupsi pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB). Bahkan untuk urusan aliran dana ke model majalah dewasa Lisa Mariana pun disebutnya berasal dari uang pribadi.

RK menyatakan, semua aliran dana yang disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terindikasi dengan korupsi BJB adalah tidak benar. Termasuk asal dari dana transfer ke Lisa Mariana.

"Itu konteksnya pemerasan dan itu uang pribadi," kata RK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Diketahui, Lisa Mariana pernah dipanggil KPK untuk mengonfirmasi aliran dana tersebut. Menurut dia, dana itu diterima untuk biaya hidup sang buah hati.

"Iya (ada aliran dana) kan buat anak saya," ungkap dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Namun saat ditegaskan berapa nominal dana diterimanya, Lisa enggan menjawab.

"Saya enggak bisa sebut nominalnya," Lisa menandasi.

 

Senang Penuhi Panggilan KPK

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Liputan6.com/Radityo)

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku senang bisa hadir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB).

Alasannya, karena dirinya bisa memberikan klarifikasi dan menjelaskan secara lebih terang soal namanya yang diseret dalam kasus tersebut.

"Saya sebenarnya senang, karena ini saya tunggu-tunggu untuk memberikan klarifikasi. Tanpa klarifikasi kan persepsinya liar lah kira-kira begitu ya. Dan tentunya cenderung merugikan," kata pria karib disapa RK, Selasa (2/12/2025).

Sebagai warga negara, RK menghormati setiap proses hukum yang dilakukan KPK. Selain itu, keterangan yang disampaikan juga menjadi bentuk transparansi sebagai mantan pejabat publik.

“Intinya saya hari ini memberikan rasa penghormatan tertinggi untuk supremasi hukum, makanya saya datang dalam rangka transparansi, juga memberikan kewajiban akuntabilitas sebagai mantan pejabat publik," jelas RK.

RK berharap, keterangan yang disampaikan hari ini bisa membuat semuanya menjadi terang benderang.

"Tapi intinya saya siap dan mendukung KPK memberikan informasi seluas-luasnya terkait apa yang menjadi perkara di BJB," dia menandasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya