2 Sayap Penopang AC Milan Terbang ke Puncak Klasemen Serie A: Davide Bartesaghi dan Alexis Saelemaekers

AC Milan menemukan dua kejutan besar musim 2025/2026. Davide Bartesaghi dan Alexis Saelemaekers tampil luar biasa dan menjadi kunci taktik Massimiliano Allegri setelah kepergian Theo Hernandez.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 02 Desember 2025, 20:46 WIB
Pemain AC Milan, Alexis Saelemaekers (kanan), mencetak gol dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta AC Milan datang ke musim 2025/2026 dengan berbagai keraguan, terutama setelah kepergian Theo Hernandez. Banyak yang menilai Rossoneri akan kehilangan daya gedor di sisi sayap, sektor yang selama ini menjadi salah satu kekuatan.

Namun, yang terjadi justru kebalikannya: dua nama yang kurang diperhitungkan tampil mencuri panggung. Davide Bartesaghi dan Alexis Saelemaekers, dua pemain yang tidak masuk daftar favorit publik pada awal musim, tiba-tiba menjadi fondasi taktik baru Massimiliano Allegri.

Bukannya tenggelam oleh tekanan, keduanya menjelma menjadi pilar yang menjaga keseimbangan permainan Rossoneri dari kedua sisi lapangan.

Kehadiran mereka bukan hanya sekadar pelengkap dalam skema baru Allegri, tetapi juga pembuktian bahwa Milan mampu menemukan solusi internal ketika kehilangan pemain besar.

Dalam waktu singkat, Bartesaghi dan Saelemaekers berubah dari opsi cadangan menjadi pemain yang menentukan ritme permainan Rossoneri.


Dari Keraguan Menjadi Andalan Baru Milan

AC Milan menjauh usai mencetak gol ketiga. Gol yang dilesakkan via sepakan kaki kanan Alexis Saelemaekers usai menerima umpan Theo Hernandez membawa AC Milan Uunggul 3-1. (AP/Antonio Calanni)

Sebelum musim dimulai, Milan berada dalam situasi dilematis setelah melepas Theo Hernandez dan kehilangan dua bek sayap berkualitas.

Untuk mengantisipasi, manajemen merekrut Pervis Estupinian dan Zachary Athekame. Namun, justru dua nama yang tidak disangka, Bartesaghi dan Saelemaekers, yang melesat menjadi bintang.

Bartesaghi tampil luar biasa di sisi kiri. Pemain muda 19 tahun itu bukan peniru Theo, tetapi hadir dengan karakter yang berbeda: solid, disiplin, dan efisien.

Sementara Saelemaekers, yang sebelumnya dianggap gagal, kini justru menemukan kembali bentuk terbaiknya dan menjadi mesin di sisi kanan.


Kunci Kebangkitan Taktik Allegri

Perebutan bola antara pemain AS Roma, Zeki Celik (kiri) dengan pemain AC Milan, Davide Bartesaghi di laga Liga Italia, 3 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Duet Bartesaghi dan Saelemaekers kini disebut sebagai elemen vital dalam kebangkitan AC Milan musim ini. Laporan Tuttosport menggambarkan bagaimana Allegri menginginkan Saelemaekers kembali dan menjadikannya bagian penting dari rencana permainan sebagai starter reguler.

Pemain asal Belgia itu tampil matang: agresif dalam menyerang, disiplin dalam bertahan, dan akhirnya menemukan posisi paling tepat dalam kariernya.

Di sisi berlawanan, Bartesaghi juga membuktikan kapasitasnya. Sebagai pemain didikan akademi, munculnya Bartesaghi ke tim utama Milan benar-benar penting. Dia bisa jadi penerus tradisi Milan melahirkan pemain hebat dari akademi.

Sumber: SempreMilan


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya