Dewi Astutik, Otak Penyelundupan 2 Ton Sabu Akan Tiba di Indonesia Sore Ini

Dewi Astutik kini diterbangkan ke Indonesia dan dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 18.00 WIB.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 02 Desember 2025, 17:46 WIB
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi persnya di Gedung 600 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (2/12/2025). (Foto: Liputan6.com/

Liputan6.com, Jakarta Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, menangkap Dewi Astutik alias Mami otak penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle.

Dewi Astutik sendiri disebutkan akan tiba di Indonesia pada Selasa 2 Desember 2025 sore ini.

"Dewi Astutik sudah diterbangkan ke Indonesia dan akan tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 18.00 WIB," kata Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi persnya di Gedung 600 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (2/12/2025).

Dia pun menceritakan, Dewi Astutik ditangkap bermula dari pihaknya menerima kabar dari intelejen luar negeri pada 17 November 2025 soal keberadaannya di Phnom Penh, Kamboja.

"(Kemudian) kita bentuk tim ke Kamboja. Lalu 30 November 2025 tim BNN tiba di Phnom Penh, langsung berkordinasi dengan kepolisian Kamboja, KBRI dan BAIS TNI untuk melakukan penangkapan," ungkap Suyudi.

Dia pun menuturkan, Dewi Astutik ditangkap pada Senin 1 Desember 2025 sekitar pukul 13.39 waktu setempat di sebuah lobi hotel. Di mana saat itu, Dewi akan menaiki mobil Toyota Prius berkelir putih bersama seorang laki-laki.

"Benar dia bersama seorang pria. Namun berperan sebagai apa dan siapa, masih terus kami dalami," kata suyudi.

 

Penangkapan Dewi Astutik

Operasi senyap lintas negara dipimpin oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan. Operasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto.

Sebulan sebelumnya, Suyudi menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk melakukan operasi pengejaran internasional. Operasi ini mendapat dukungan penuh dari Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI yang dipimpin Yudi Abrimantyo, yang berperan penting dalam pemetaan pergerakan lintas negara serta koordinasi regional.

"Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh," tulis siaran pers yang diterima dari BNN dikutip Selasa (2/12/2025).

Di sisi lain, BNN menyatakan, kerja sama erat dijalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja, Chuon Narin, beserta jajarannya yang membantu proses penangkapan dan pengamanan di lapangan.

"Dewi Astutik, yang juga menjadi buronan Korea Selatan, diamankan saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tanpa menimbulkan gangguan publik. Setelah diamankan, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas," ujar BNN.

Akan Diperiksa di Indonesia

Setiba di Indonesia, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara.

Jaringan ini diketahui beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, menuju Asia Timur dan Asia Tenggara.

BNN menegaskan penindakan tidak berhenti pada penangkapan, tetapi akan berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya